PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang Nunung Nurazizah mengatakan tingkat partisipasi politik kaum perempuan di Kabupaten Pandeglang masih rendah. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Pemahaman Politik Bagi Perempuan yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pandeglang dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang ke-62 tahun 2022.
Menurut Nunung jumlah keterwakilan perempuan di parlemen masih minim. “Contohnya saja kaum perempuan yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Pandeglang sangat minim. Hanya ada beberapa orang saja,” katanya di Pendopo Pandeglang, Kamis (14/7).
Minimnya keterwakilan suara perempuan di DPRD Kabupaten Pandeglang ini menandakan bahwa partisipasi politik perempuan masih kurang. Padahal secara politik partisipasi perempuan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan.
“Ketika perempuan sudah duduk di posisi yang memiliki kapasitas, tentu saja akan memperjuangkan hal-hal yang bersinggungan dengan perempuan. Kehadiran partisipasi perempuan dalam berpolitik harus mendorong kepentingan-kepentingan perempuan menjadi poin prioritas utama,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, kehadiran perempuan di parlemen berpengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan bagi bangsa dan negara.
“Tingkat partisipasi politik perempuan sangat penting. Perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam partisipasi politik, karena suara-suara perempuan di parlemen mampu menyelesaikan berbagai persoalan
ditengah-tengah masyarakat,” katanya.











