SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang meminta masyarakat mewaspadai penularan wabah Covid-19. Penyebabnya, tren penularan virus corona secara nasional mengalami kenaikan.
Diketahui, berdasarkan data Kemenkes per Minggu (17/7) jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 3.540. Sementara itu jumlah pasien sembuh bertambah 2.574, meninggal 10. Dengan rincian, kasus baru bertambah 3.540, total kasus menjadi 6.134.953. Kasus sembuh bertambah 2.574, total sembuh menjadi 5.950.554. Sedangkan, kasus meninggal bertambah 10, total meninggal menjadi 156.849.
Sejumlah prediksi memperkirakan puncak gelombang Covid-19 akan tercapai pertengahan dan akhir Juli 2022. Pada periode tersebut, penambahan kasus harian diperkirakan mencapai 18-20 ribu.
Kepala Dinkes Kota Serang, Hasanuddin mengatakan, di wilayah Kota Serang pihaknya belum menemukan kembali kasus positif Covid-19. “Kalau di Kota Serang belum ada, tapi memang secara nasional sudah ada kenaikan,” ujarnya saat dihubungi Radar Banten, Minggu (17/7).
Hasanuddin, dirinya mengimbau agar masyarakat tak terlalu bebas atau menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di ruang publik. Minimal menggunakan masker. “Saya menghimbau agar masyarakat tetap menerapkan prokes agar senantiasa agar antisipasi lonjakan kembali,” katanya.
Hasanuddin mengatakan, gejala yang paling umum saat terpapar Covid-19 yaitu, demam, batuk, kelelahan dan kehilangan rasa atau bau. Sedangkan, gejala sedikit tidak umum seperti, sakit tenggorokan, sakit kepala, diare, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki mata merah atau iritasi.
Ia meminta masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi tahap kedua dan booster untuk segera mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. “Cakupan vaksinasi terus kita lakukan dengan cara membuka layanan vaksinasi di tiap Puskesmas,” katanya.
Terpisah, Kepala RSUD Kota Serang Teja Ratri mengaku pihaknya melakukan perawatan pada pasien Covid-19 terakhir pada bulan Februari 2022. “Alhamdulillah saat ini tidak ada (pasien Covid-19) yang kami rawat. Terakhir bulan Februari,” terangnya.
Teja mengungkapkan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pihaknya telah menyiapkan 17 tempat tidur di RSUD Kota Serang. Jumlah tersebut akan ditambah dan disesuaikan tergantung kebutuhan dan perkembangan kasus Covid-19. (fdr/nda)












