SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Serang terbilang tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sebanyak 4.343 kasus ditemukan sepanjang periode pelacakan terakhir.
Angka tersebut bahkan melampaui target nasional yang dibebankan kepada daerah sebesar 3.181. Namun, fakta di lapangan kasus TBC di Kota Serang melonjak 137 persen.
Artinya, kerja penemuan kasus berjalan agresif, namun di sisi lain menunjukkan potensi penularan yang masih tinggi.
Temuan ribuan kasus itu menjadi alarm serius bagi dunia kesehatan di ibu kota Provinsi Banten.
Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mempercepat langkah intervensi, mulai dari deteksi dini hingga penguatan pengobatan agar kasus TBC tidak terus bertambah.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, mengatakan tingginya angka temuan kasus merupakan hasil kerja aktif tenaga surveilans dan promosi kesehatan di 16 puskesmas.
Penemuan kasus dilakukan secara masif melalui pelacakan langsung ke masyarakat.
Ia menjelaskan, secara nasional Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.
Karena itu, pemerintah pusat menginstruksikan seluruh daerah untuk fokus menekan angka penularan.
“Kita konsentrasi sesuai arahan pusat, ayo turunkan TBC. Temukan, obati, sampai sembuh atau disingkat TOS,” ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, capaian 4.343 kasus yang melampaui target menunjukkan sistem surveilans berjalan aktif.
Namun, ia mengingatkan bahwa temuan tinggi juga berarti masih banyak penderita di masyarakat yang harus segera ditangani.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











