SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peran Desa dalam mensukseskan program pemerintah pada penanganan stunting dan gizi buruk sangat penting. Oleh karena itu sinergi antar keduanya harus terkoordinasi dengan baik agar cita-cita mewujudkan generasi emas Indonesia benar-benar terwujud.
Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar seusai mengunjungi kantor Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Senin (18/7).
Al Muktabar mengungkapkan, pihaknya mendiskusikan banyak hal bersama unsur penyelenggara Pemerintahan di tingkat Desa. Khususnya berkenaan dengan penanganan stunting yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo.
“Kita juga melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di desa dalam upaya pencegahan stunting dan gizi buruk. Tinggal nanti kita arahkan agar bisa lebih baik dan optimal,” ujarnya.
Selain itu, Al Muktabar menilai baik kader Posyandu maupun kader PKK dan lainnya memiliki peran dalam penanganan stunting dan gizi buruk di masing-masing wilayah kerjanya. Hal itu mengingat para kader bersentuhan langsung pada level terkecil yakni rumah tangga.
“Kita akan fokus berkomunikasi secara aktif dengan para kader, untuk mengetahui perkembangan dan kendala yang ditemukan di lapangan dalam penanganan stunting,” katanya.
Dikatakan Al Muktabar, sinergi dan komunikasi yang baik merupakan kunci guna kesuksesan program penanganan stunting yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh Pemprov Banten.











