Terkait kemunculan sosok yang mengaku titisan Nabi Khidir sudah ditangani oleh MUI Kota Serang. Saat ini, yang bersangkutan sedang dibina. “Namanya juga manusia, ya mungkin yang nilai keimanannya belum maksimal,” tuturnya
Sementara untuk kasus pria yang mengaku sebagai Dewa Matahari, ia mengaku, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari MUI Kabupaten Lebak. Sejauh ini pihaknya belum memberikan fatwa aliran sesat atau sebaliknya untuk kasus tersebut.
Pada kesempatan itu, Hamdi juga mengajak MUI kabupaten/kota bisa terus berperan aktif dalam mengayomi masyarakat untuk menghindari hal-hal demikian. Selain itu, pihaknya juga mengimbau untuk memperlakukan dengan baik seluruh masyarakat, termasuk mereka yang terindirikasi menyebarkan aliran sesat.
Sementara itu, Akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin atau UIN SMH Banten Bazari Syam meminta, masyarakat hendaknya tidak langsung percaya dan menelan mentah-mentah klaim seseorang bila berkaitan dengan sesuatu yang gaib. Lantaran bisa jadi kemampuan seseorang dalam hal gaib bukan berasal dari Allah SWT melainkan dari setan.
Kata dia, semakin orang hebat maka semakin berusaha menutupi kemampuannya agar tidak diketahui orang. (nna/air)











