Berdasarkan data yang dihimpun Radar Banten, hingga minggu ketiga bulan Juli, baru 884 paket pekerjaan dari total 3.230 paket, atau baru 27 persen paket pekerjaan secara keseluruhan yang telah ditenderkan.
Kondisi itu pun sangat disayangkan oleh Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Erik Airlangga. Sebagai wakil rakyat ia mengaku sangat kecewa.
“Soalnya kemarin itu saya sudah komunikasi dengan Pak Kadis (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) bahwa sampai saat ini kegiatan kan belum berjalan ada masalah apa kemarin terakhir saya telepon, ada masalah apa sih Pak sampai sekarang kok belum jalan-jalan. Alasan dia lagi mempersiapkan dokumen dan saat ini sudah masuk ke ULP,” ujar Erik, Selasa (26/7).
Namun menurut Erik, penjelasan dari Kepala Dinas PUTR berbeda dengan bawahannya selevel Kepala Bidang (Kabid), dimana menyatakan belum terdapat proyek yang telah diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Cilegon.
Menurut Erik, Komisi IV sudah beberapa kali menjelaskan, jika realisasi pembangunan infrastruktur masih sangat minim, jangan harap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapatkan persetujuan penambahan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Erik meminta kepada seluruh OPD yang memiliki program infrastruktur terutama Dinas PUTR untuk merealisasikan program itu pada Agustus mendatang.
“Kalau sampai Agustus tidak direalisasikan kegiatan-kegiatan infrastruktur di wilayah Kota Cilegon, atas nama Komisi IV tidak akan mengundang hearin RKA, bahkan kita pun akan meneruskan kepada Ketua Dewan agar Badan Anggaran agar bisa lebih selektif lagi, kan pembahasan untuk perubahan,” tuturnya.










