TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lembaga Nafas Indonesia membeberkan data bahwa polusi di Kota Tangsel lebih tinggi 20 persen dibanding DKI Jakarta. Info itu diungkap Co-founder Nafas Indonesia, Piotr Jakubowski, Senin 1 Agustus 2022.
“Dan pada Juni 2022, angka itu bahkan lebih buruk. Tangsel 24% lebih banyak dari DKI Jakarta,” kata Piotr Jakubowski dalam cuitannya di media platform tiktok, Senin 1 Agustus 2022.
Dalam cuitannya itu juga, Piotr juga mengajak untuk melihat polusi PM2.5 di Tangerang Selatan. Particulate Matter 2.5 alias PM2.5 adalah polutan kecil yang oleh WHO disorot sebagai sangat berbahaya bagi kesehatan kita.
“Ini karena ukurannya sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke dalam paru-paru kita,” kata Piotr.
Pada September 2021, sambung Piotr, WHO merevisi pedoman PM2.5 rata-rata tahunan adalah 5 ug/m3 dari sebelumnya tahun 2009 yakni 10 ug/m3. Artinya, lanjut Piotr, rata-rata tahunan PM2.5 yang harus kita hirup adalah 5.
Ditambahkan untuk mengukur kualitas udara, Lembaga Nafas Indonesia telah memasang 160 lebih sensor kualitas udara di berbagai titik. Mulai dari Jabodetabek hingga Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan kota-kota lainnya.










