PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Kabupaten Pandeglang menggelar Seminar Pencegahan dan Penindakan Penyalahgunaan Penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya (Napza). Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan peredaran barang haram di Pandeglang.
Direktur Narkotika dan Zat Adiktif lainnya Kejaksaan Agung RI Darmawel Aswar mengatakan, kasus narkoba di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Sehingga Presiden Jokowi pada saat peringatan hari anti narkoba internasional tahun 2015 menyatakan bahwa Indonesia darurat narkoba dan juga permasalahan overcrowded di lapas karena kasus narkoba. “Kita fokus untuk melakukan pencegahan peredaran narkoba,” katanya di acara seminar, Kamis (4/8).
Darmawel mengatakan, hingga 17 April 2022 lalu, jumlah penghuni lapas di seluruh Indonesia sebanyak 272,332 orang, dimana dari jumlah tersebut ada sekira 131,421 orang merupakan tahanan kasus narkoba. Oleh karena itu, pihaknya akan terus menyuarakan dan melakukan gerakan pencegahan narkoba ke semua wilayah di Indonesia, termasuk Pandeglang.
“Untuk penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan upaya yang terpadu dan komprenhensif yang meliputi upaya preventif, represif, terapi dan rehabilitasi penyebab terjadinya narkoba,” katanya.
Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Rohayati mengatakan, upaya penindakan dan pencegahan narkoba lebih banyak memberikan penyuluhan hukum melalui Rumah Restorative Justice yang ada di desa. Sedangkan untuk penindakan, tergantung berkas perkara yang diajukan.
“Jika memang berkas perkara itu bisa dilakukan rehabilitasi kita akan rehabilitasi, akan tetapi jika berkas perkara berat tetap akan kami laksanakan aturan yang berlaku,” katanya.
Bupati Irna Narulita mengatakan, Pemerintah Daerah terus berkomitmen dan terus berupaya untuk memberantas narkoba, karena narkoba sangat merugikan generasi masa depan bangsa.
“Sebagai upaya mencegah dan penanganan narkoba, Pemerintah daerah bekerjasama dengan Kejari Pandeglang memiliki Bale Rehabilitasi Adhyaksa dan Rumah Restorative Justice di setiap desa,” katanya. (*)
Reporter: Adib
Editor: Agung S Pambudi










