“Kalau figur partai yang sudah menetap di daerah lokal mau maju sebagai Cagub Banten seperti Ketua DPD Gerindra, maka dinamika demokrasi akan lebih menarik dan masyarakat Banten bisa punya banyak opsi untuk memilih nantinya,” katanya.
Ia melanjutkan, bila Gerindra serius mengusung calon gubernur, maka bisa dipastikan koalisi Golkar dan Gerindra saat mendukung WH-Andika pecah. Persaingan bahkan menjadi lebih sengit bila Demokrat dan PKS juga memilih meninggalkan koalisi Pilgub 2017 lalu.
Bagi Sururi, Gerindra punya modal politik yang cukup kuat di Banten, pasca menjadi partai peraih kursi terbanyak di DPRD Banten hasil Pemilu 2019. Tetapi, ini perlu didorong dengan modal sosial, yang belum benar-benar dimiliki Gerindra.
“Jika urusannya posisi gubernur Banten, saya lebih melihat masyarakat Banten lebih settle dengan parpol lama seperti Golkar, PDIP dan Demokrat yang notabene memiliki modal sosial dan politik yang tinggi di Banten. Jadi figur Desmond secara kalkulasi politiknya akan membuat persaingan sengit, karena semua ingin mengusung Cagub bukan Wagub di Pilgub 2024 nanti,” bebernya.
Sururi berharap, PDIP, PKS, Demokrat, NasDem juga segera mendeklarasikan calon gubernurnya, sehingga peta politik di Banten semakin dinamis, terutama peta koalisi yang akan dibangun.
“Ambisi Gerindra akan membuat Golkar, PDIP, Demokrat dan PKS akan menghitung betul 2024, sebab tak hanya ada Pilgub tapi juga Pileg dan Pilpres,” pungkasnya. (den/nda)











