Kekecewaan dirinya memuncak, saat dirinya mengusulkan keinginannya ke Fraksi tapi, tetap saja tak digubris, sehingga dirinya walk out dan menyatakan kecewa atas sikap fraksinya.
“Alasannya gatau tanyakan kemereka ke fraksi, ya mungkin kebijakan fraksi kebijakan pimpina,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPR Kota Serang ini.
Terpisah, Ketua Fraksi NasDem Khaeroni menga menjelaskan, yang dilakukan Jumhadi, cara pribadinya. “Itu bagian dari etika yang harus diperbaiki. Kami harus mengklarifikasi,” katanya.
Kaitan tidak dilibatkannya, masuk dalam Pansus, harus tahu bahwa anggota Fraksi NasDem itu terdiri dari lima nggota satu pimpinan. Ini bagian dari aturan fraksi. “Dalam satu Pansus ada dua anggota fraksi NasDem. Jadi, memang ini biasa saja. Dimana Satu pansus ada dua anggota, yang saat ini itu Pak Yoppi, Bu Rosmila, saya (Khaeroni) dan Hafid, Yoppi, Rosmila, Saya (Khaeroni) dan Hafidz,” terangnya.
Ia pun enggan berspekulasi terkait kejadian di ruang rapat Paripurna. Ia berharap ke depan anggota DPRD dari NasDem tetap solid dan bisa menjaga etika saat berada di Rapat Paripurna. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri
Editor : Aas Arbi











