PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang hingga saat ini belum menerima laporan adanya warga Pandeglang yang terkena cacar monyet atau monkeypox.
Meski demikian, instansi tersebut terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari serangan virus tersebut.
Kepala Dinkes Pandeglang Raden Dewi Setiani menjelaskan, monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit akibat virus yg ditularkan melalui binatang (zoonosis-red ).
“Misalnya monyet, tikus gambar, tunai, tikus. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus) sampai saat kasus monkeypox belum ditemukan di Pandeglang,” katanya, Senin (22/8/2022).
Dewi menerangkan, gejala yg harus dikenali atau diketahui masyarakat ada masa inkubasi mulai dari infeksi sampai dengan timbulnya gejala enam sampai 16 hari bisa juga dari lima sampai 21 hari.
“Gejalanya demam , sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung hebat, lympadenopati di leher, ketiak dan selangkangan,” terangnya.
Dewi mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah virus tersebut, seperti menerjunkan seluruh tenaga kesehatan melakukan sosialisasi. Kemudian, lanjutnya, imbauan menerapkan pola hidup beraih dan sehat (PHBS), menghindari kotak langsung dengan hewan, menghindari kontak langsung fengan darah atau daging yang tidak dimasak matang, dan lainnya.
“Imbauan buat masyarakat Pandeglang untuk yang memelihara binatang untuk rutin memeriksa kesehatan dan menjaga kebersihannya agar terhindar dari wabah penyakit,” katanya.(*)
Reporter : Adib Fahri
Editor: Aas Arbi











