CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Lonjakan harga kebutuhan pokok sempat terjadi sepanjang tahun 2022, sejak Januari hingga Oktober.
Salah satu yang sempat alami lonjakan harga adalah pada komoditi minyak goreng. Dimana lonjakan harga terjadi cukup tinggi dari biasanya.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Ema Hermawati menjelaskan, pada Maret 2022 sempat terjadi lonjakan harga pada minyak goreng.
Saat itu, harga minyak goreng dari kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu perliter menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu perlitur.
Untuk mengendalikan harga salah satu komponen pangan itu, Disperindag Kota Cilegon melakukan sidak ke sejumlah agen minyak goreng di sejumlah pasar di Kota Cilegon.
“Salah satu agen minyak goreng yang kami datangi saat itu adalah Sumber Makmur di Pasar Kranggot,” ujar Ema.
Dijelaskan Ema, saat itu, harga minyak goreng curah masih diatur oleh pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Curah sebesar Rp14 ribu per liter dan Rp15 ribu per Kilogram.
Namun fakta di pasaran harga yang berlaku jauh di atas ketentuan harga tersebut.
Sidak dilakukan oleh Disperindag guna memastikan apa penyebab lonjakan harga tersebut. Selain itu, untuk memastikan ketersediaan stok aman. (ADV)











