“Salah satunya dengan cara melaporkan kejadian bullying kepada orang dewasa, baik kepada guru maupun orangtua. Karena bullying dapat memberikan dampak buruk terhadap korbannya,” katanya.
Dampak bullying memang bisa timbul di saat itu juga dan di masa akan datang. Kalau dampak jangka pendek yang dirasakan di antaranya adalah gangguan psikologis, seperti depresi serta gangguan kecemasan, gangguan tidur, hingga berbagai penurunan prestasinya.
“Bullying pada anak adalah kondisi yang jangan disepelekan begitu saja karena dapat memengaruhi kualitas hidup anak dalam jangka panjang. Bukan tidak mungkin anak yang menjadi korban bullying akan memiliki rasa percaya diri yang rendah serta pesimis memandang kehidupan,” katanya.
Ketika hal itu sudah terjadi maka akan membuat anak atau korban bullying mungkin tidak lagi memiliki gairah untuk menjalani hidup. Bahkan bisa berujung pada semakin tinggi risiko menyakiti diri sendiri.
“Maka dari itu kita semua harus peka dan bersama-sama mencegah bullying di lingkungan sekolah maupun pondok pesantren. Untuk membuat lingkungan sekolah maupun pesantren menjadi nyaman dan aman,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Madinah AL-Hijrah Ustadz Budi Surahman menilai, kegiatan edukasi bahaya bullying sangat menguatkan santri untuk bisa memahami dan saling mengingatkan bahwa bullying itu tidak baik.
“Menjadi kesadaran bersama bahwa kita perlu saling menghargai, menghormati, mengetahui sifat masing-masing, dan kemudian menerima kekurangan teman-temannya. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan, jadi luar biasa terima kasih kepada BSMI,” katanya.











