Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Nuriah menambahkan, bahwasannya Dinas Sosial selalu siaga 25 jam.
“Termasuk penyediaan stok ligistik. Alhamdulilah tahun 2022 ini, sudah ada 11 lumbung sosial (tempat stok logistik),” katanya.
Jadi, ditegaskan Nuriah, saat ini di daerah-daerah rawan bencana itu stok logistik di simpan di lumbung sosial. Mulai dari tiap bulannya logistik itu disuport mulai dari provinsi, dari apbn dan juga dari APBD kabupaten.

“Nanti di perubahan ini dua lumbung sosial lagi untuk di Kecamatan Cibitung dan Angsana. Artinya bahwa Dinas Sosial melakukan ini, satu mendekatkan akses layanan manakala terjadi bencana seperti di Sumur,” katanya.
Di Kecamatan Sumur itu ada dua lumbung sosial. Artinya mitigasi bencana sudah dilakukan oleh Pemkab Pandeglang melalui Dinas Sosial.
“Mitigasi pertama adalah kebutuhan dasar kedaruratannya dulu, apakah mereka persediaan makanan dan sebagainya itu kita sudah ready dan siap di masing-masing, lumbung sosial. Di 2022 ini total di akhir tahun ini kita punya 13 lumbung sosial,” katanya.
Adanya lumbung sosial luar biasa dan ini memang harapan dari semuanya. Harapan dari Bupati dan juga Dinas Sosial dari dulu dalam rangka mempermudah akses penyaluran logistik pada saat ada bencana.
“Contoh di Taman Jaya, Kecamatan Sumur kemarin saat bencana banjir. Kalau tidak ada lumbung sosial di sana ngambil stok logistik ke kabupaten waktu yang cukup panjang, jauh, mungkin nyampe ke sana lambat, tapi kalau sekarang di Sumur ada dua lumbung sosial sehingga membuat bantuan logistik lebih cepat diterima korban bencana,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agung SP










