RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) gelar Diskusi Panel Audit Kasus Stunting Kabupaten Pandeglang di Hotel S’Rizki Pandeglang. Acara ini digelar dalam rangka menekan angka kasus stunting yang ada di Provinsi Banten.
Audit Kasus stunting, merupakan upaya penguatan deteksi dini dan intervensi spesifik dan sensitive yang tepat bagi kelompok sasaran berisiko stunting.
Turut hadir Plt Kepala BKKBN Provinsi Banten Dadi Ahmad Roswandi, Kepala DP3AKB Pandeglang Didi Mulyadi, Direktorat Kuaitas Pelayanan KB BKKBN Pusat dr. Yuliana, Kepala Bidang KB DP3AKKB Provinsi Banten Baihaki.
Sebagaimana diketahui Presiden RI Bapak Joko Widodo, menunjuk BKKBN sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia dengan target 14% di tahun 2024. Tahun 2021 angka stunting di Provinsi Banten masih di angka 24,5%, berdasarkan data SSGI dengan jumlah Keluarga Beresiko Stunting di tahun 2021 adalah sebanyak 1.373.383 berdasarkan data PK21 BKKBN.
Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Menyusun strategi nasional percepatan penurunan stunting yang dituangkan dalam Peraturan BKKBN RI Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting di Indonesia tahun 2021 — 2024 yang telah ditetapkan dalam rangka memberikan penguatan-penguatan pada berbagai aspek serta regulasi atau kebijakan strategis yang dibutuhkan untuk mengupayakan adanya konvergensi perencanaan dan penganggaran penurunan stunting, baik dari Pemerintah Pusat maupun Daerah bersama pemangku kepentingan yang terlibat.
“Audit Kasus Stunting merupakan salah satu Langkah dalam rangka peningkatan pencegahan terhadap resiko stunting,” kata Plt Kepala BKKBN Provinsi Banten Dadi Ahmad Roswandi
Lebih lanjut, Dadi mengatakan, melalui audit kasus stunting diharapkan mampu meningkatkan percepatan penurunan stunting terutama di Provinsi Banten.
“Kolaborasi antara mitra kerja dan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten diperlukan dalam pelaksanaan audit kasus stunting,” ucapnya.
Kepala DP3AKB Pandeglang Didi Mulyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan identifikasi faktor-faktor resiko dan penyebab stunting.
“Kita fokuskan pada peningkatan perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi stunting di Kabupaten Pandeglang, selanjutnya akan dilakukan tindakan yang sesuai,” tuturnya. (Fajar)










