MANCAK, RADARBANTEN.CO.ID – “Kalo hujan warga Desa Cikedung menangis, Pak,” kata Kepala Desa Cikedung, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang Herman, Senin, 31 Oktober 2022.
Hal itu dikatakan Kades Cikedung saat menerima Tim 5 Juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2022 di kediamannya Kampung Kalomberan. Tim 5 terdiri dari Imadul Majdi (Kabid PM DPMD Kabupaten Serang), Ali Sudarsono (Polda Banten) dan M Widodo (Radar Banten).
Kata “menangis” dimaksud untuk menggambarkan bila turun hujan akses jalan ke Desa Cikedung yang memang medannya sudah terjal dan sulit, akan semakin licin dan berlumpur.
Kata Kades, bila turun hujan warga Desa Cikedung tak bisa bepergian ke luar kampung.
Ada dua akses untuk ke luar kampung, yaitu ke Kampung Bulakan (Desa Cikedung atas) dan ke Kecamatan Padarincang. Dua-duanya kalau turun hujan tidak bisa dilalui sama sekali, karena licin dan berlumpur.
Hal itu dibenarkan oleh aparatur sipil negara (ASN) pada Kantor Kecamatan Mancak, Kusnadi. Kusnadi pernah menjabat sebagai Pjs Kades Cikedung selama 3 bulan, akhir tahun 2021.

Foto: M Widodo/Radar Banten
Selama seminggu, Kusnadi 5 hari pulang-pergi ke Kantor Desa Cikedung. Ia merasakan betapa jalan yang dilewatinya sangat berat.
Maka, setiap kali melewati jalan ke Cikedung, Kusnadi sedikit mengempeskan ban motor depannya agar bisa mencengkeram dan tidak tergelincir.
Letak Desa Cikedung sendiri berada di lembah. Dikelilingi oleh perbukitan. Cikedung juga merupakan salah satu hulu Rawa Dano. Sehingga desa ini sepanjang tahun tidak pernah kekurangan air.
Sehingga akses jalan ke Desa Cikedung memang secara alami menurun cukup tajam. Kalau turun hujan, jalan berubah fungsi menjadi saluran atau talang air.
Maka, kalau jalan ini mau diperbaiki, konstruksi yang paling cocok adalah di-cor. Agar tidak mudah tergerus air.











