CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan pelatihan olahan pangan lokal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon yang berlangsung di Aula DKPP Kota Cilegon, Kamis, 3 November 2022.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada DKPP Kota Cilegon, Sutardi mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah upaya untuk memanfaatkan bahan yang ada disekitar lingkungan baik di Kelompok Wanita Tani (KWT) ataupun UMKM agar diolah menjadi makanan yang bernilai ekonomis.
“Kita undang dari ibu-ibu KWT dan pelaku UMKM agar dalam mengolah pangan lokal bisa mempunyai nilai yang tinggi,” tuturnya.
Karena menurutnya, jika mengandalkan pangan lokal seperti singkong yang dimasak hanya dengan dikukus atau direbus nilainya dianggap sangat rendah, namun jika pangan lokal tersebut bisa diolah secara baik dan higienis akan terlihat menarik seperti dibuat keripik ataupun olahan lainnya.
“Tapi dengan cara ini mereka makan pangan lokal, jadi secara tidak langsung walaupun awalnya mungkin ketidaktahuan bahwa ini asalnya dari singkong tapi rasanya enak akhirnya mereka suka,” pungkasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Siti Hasanah mengatakan, pelatihan olahan pangan lokal ini sangat cocok untuk memperluas wawasan pelaku UMKM agar memanfaatkan pangan lokal seperti singkong dan ubi untuk diolah menjadi bernilai tinggi.
“Kita juga sudah punya produk jagung pulut dan dari bahan jagung pulut sudah diproses untuk pendaftaran hak patennya. Jadi adanya pelatihan ini bisa menambah wawasan saya,” ucapnya.
Ia juga mengaku, pihaknya sudah mempunyai produk keripik yang bahan dasarnya dari daun singkong, daun singkong dianggap cocok dengan KWT sehingga dari Kementerian Pertanian sering mengundang KWT untuk ikut serta dalam kegiatan yang diadakan secara nasional.
“Setelah melihat pelatihan ini Insya Allah ke depannya lebih inovatif lagi, karena selama ini saya membuat olahan kue pai menggunakan bahan baku kentang saat ini ada alternatif lain dari labu dan hasilnya lebih enak lebih dan gampang dicari,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga berterima kasih kepada DKPP Kota Cilegon yang sudah memberikan pelatihan sehingga para KWT dan UMKM mendapatkan ilmu baru.
“Kita mendapatkan ilmunya dan sangat bermanfaat karena banyak ide untuk pembuatan makanan dari talas, singkong dan ubi,” paparnya. (*)
Reporter : Raju
Editor : Merwanda











