SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim dosen dan mahasiswa angkatan 2019 Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.
Tim dosen yang terlibat antara lain Damora Rhakasywi (ketua), Bambang Sudjasta (anggota) dan Amir Marasabessy (anggota). Sedangkan mahasiswa dari angkatan 2019 yakni Talentha Nursetiandaru, Bagas Adisetyantoko, dan Andika Masrul
Pengabdian kepada masyarakat bertema Pemanfaatan Energi Surya Untuk Menghemat Operasional Kapal Ikan Bagi Nelayan di Desa Pulo Ampel ini untuk membantu warga Desa Pulo Ampel yang sebagian besar menjadi nelayan. Pengoperasian kapal penangkap ikan oleh para nelayan biasanya dilakukan pada waktu tengah hari sampai pagi hari kurang lebih delapan jam. Kebutuhan listrik untuk penerangan dan alat komunikasi biasanya bersumber dari baterai (accu) dengan pengisian darat (charger)/strum. Kelemahan pengisian charger adalah baterai (accu) cepat rusak.
Damora Rhakasywi menjelaskan, tim pengabdian tersebut memberikan solusi untuk penghematan energi dan menambah umur baterai yang awet tersebut dimungkinkan pembangkit listrik tenaga surya. “Oleh sebab itu maka tim pengabdian memberikan pelatihan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atau panel surya kepada para nelayan pemilik kapal atau perahu penangkap ikan,” jelas Damora dalam keterangan resminya, Rabu, 23 November 2022.
Damora melanjutkan, dengan penggunaan pembangkit listrik panel surya yang dipasang pada kapal tersebut akan menghemat pembelian baterai. Apabila penggunaan panel surya dengan sebaik-baiknya maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan melalui peningkatan ekonomi.
Karena itu pihaknya mememberikan buku saku tentang tata cara pemasangan dan perawatan panel surya, melakukan penyuluhan dan pelatihan penggantian sistem baterai strum dengan sistem panel surya pada kapal perikanan, dan memantau keberlanjutan pelaksanaan program tersebut penggunaan panel surya untuk sistem perlistrikan pada kapal penangkap ikan yang sudah terpasang sehingga berfungsi maksimal.
Pada pengabdian masyarakat pada 27 April – 31 Agustus 2022, pihaknya memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pemasangan komponen panel surya sehingga pemasangan di kapal berikutnya para nelayan sudah dapat memasang sendiri.
”Dengan terpasangnya komponen panel surya maka kebutuhan listrik di kapal ikan dapat terpenuhi dengan usia baterai yang relatif lebih awet. Dengan usia bateri lebih awet maka terjadi penghematan biaya operasional kapal. Penghematan biaya per tahun adalah Rp 9.070.000,” ungkap Damora.
Agar dapat dibuatkan metode pemasangan komponen panel yang lebih singkat dan simpel, ia menyarankan pemerintah daerah dapat mendanai pemasangan komponen panel surya lebih banyak lagi untuk kapal ikan. *
Editor: Aas Arbi











