slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Utama

Kampung di Klaten Ini Dulu Kumuh, Kini Tertata Rapi dan Bersih 

Redaksi by Redaksi
18-12-2022 09:27:52
in Utama

Gerbang RW 07, Dukuh Plumpung, Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten.Foto: Dok. M Widodo

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

KLATEN, RADARBANTEN.CO.ID — Siapa orangnya yang tidak suka melihat kondisi kampung/lingkungan yang tertata rapi, indah dan bersih? Pasti semua orang mendambakannya. 

Gambaran itulah yang dapat kita lihat di RW 07, Dukuh/Kampung Plumpung, Desa Bogor, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng). 

Baca Juga :

Di Hadapan Bupati, Para Pejabat Pandeglang Bacakan Janji ASN Berakhlak

Libur Tahun Baru, Petugas Kebersihan Kabupaten Tangerang Tersebar di Tempat Keramaian

BRI Regional Office Jakarta 3 Bersihkan 8 Titik Sungai

Ikut LKBA 2022, Warga Pasir Gadung Lakukan Persiapan 3 Hari 

Padahal, kampung ini tidak sedang mengikuti Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) seperti di Kabupaten Serang atau Lomba Kampung Resik lan Aman (LKRA) yang dilaksanakan setiap tahun di Kota Serang, Banten. 

Tapi, siapa sangka, jika Dukuh Plumpung yang terdiri dari 3 RT ini, dahulunya merupakan kampung kumuh dan jalannya berlumpur. 

Kampung ini terletak di lintas Jalan Raya Karangdowo – Tawangsari atau Jalan Raya Wonogiri – Klaten. 

Kondisi di salah satu sudut Dukuh Plumpung. Tampak bersih. Foto: M Widodo/Radar Banten —

Tak sulit menemukan kampung ini. Sebuah gapura di pinggir jalan raya, terpampang jelas nama kampung tersebut. Dari gapura inilah, mata kita mulai dimanjakan dengan tanaman bunga berbagai jenis di kanan/kiri jalan berjejer rapi.

Makin masuk ke kampung, bunga di pinggir jalan memang agak berkurang. Tapi, di halaman rumah beberapa warga dapat ditemukan berbagai jenis bunga. 

Di dalam kampung juga terdapat sebuah monumen/tembok permanen bertuliskan alamat kampung secara lengkap. Di samping kanan kiri monumen ditanami bunga berbagai jenis. 

Dari lokasi monumen inilah kita bisa menikmati pemandangan alam nan indah. Di sisi selatan terdapat saluran irigasi untuk kebutuhan persawahan, yang airnya bersih mengalir sepanjang tahun. Mata airnya berasal dari Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri. 

Monumen/tembok penanda alamat berada di luar kampung. Foto: Dok. M Widodo

Kendati irigasi ini melintasi ratusan kampung/permukiman penduduk di Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Sukoharjo, Jateng, namun tak terlihat adanya sampah. Warga tampaknya sudah sadar, bahwa irigasi tersebut merupakan sumber mata air untuk pengairan persawahan yang tidak boleh tercemar. 

Pemandangan akan makin indah saat padi menguning. Bila kita berdiri di jembatan yang membentang di atas saluran irigasi, sejauh mata memandang akan terlihat hamparan padi menguning yang siap panen. Tak bosan mata memandangnya. Indah sekali.

Masih di sisi selatan, deretan Pegunungan Seribu jauh di ujung selatan Pulau Jawa, tampak jelas dan kokoh. “Kalo malam hari, terlihat lampu kerlap-kerlip di atas gunung itu. Keren banget,” kata Supadi, warga setempat yang kini menetap di Bandung. 

Penulis sendiri lahir dan besar di kampung ini. Kemudian merantau saat kondisi kampung belum serapi sekarang. Tapi, warganya sudah sadar akan kebersihan. 

Pada tahun 1983, Desa Bogor mengadakan Lomba Kampung Indah, Pesertanya adalah 9 Dukuh/Kampung se desa itu. Dan, Dukuh Plumpung juga ikut serta. 

Kebetulan penulis ditunjuk sebagai salah satu juri dari 4 juri. Dan penulis adalah juri termuda. Ketika itu masih duduk di bangku SMA. Sementara tiga juri lainnya adalah seorang kepala sekolah, seorang PNS di Kantor Departemen Penerangan dan satu lagi seorang guru agama Kristen, yang usianya ketika itu sudah di atas 50 tahun semua. 

KEBIASAAN WARGA

Siapa saja akan dibuat terkesan dengan kebersihan kampung ini. Di sepanjang jalan kampung, kita sulit menemukan sampah plastik atau kertas. 

“Kebiasaan warga di sini, setiap abis subuh langsung menyapu halaman dan jalan depan rumahnya,” kata Ibu Suratmi (59), warga setempat.

Seorang warga menunjukkan area persawahan yang baru saja panen. Foto: M Widodo/Radar Banten

Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan di belakang atau samping rumah. Dan, setelah kering dibakar.

Hal itu dilakukan karena hingga sekarang belum ada koordinasi penanganan atau pengolahan sampah rumah tangga dengan pihak kecamatan atau kabupaten. 

Kini, setiap rumah tangga mendapat bantuan bis atau gorong-gorong berdiameter 1 meter. Gorong-gorong tersebut berfungsi untuk menampung sampah agar tidak berserakan. Dan, setelah kering, sampah tersebut langsung dibakar di dalam bis. 

SEKILAS TENTANG DUKUH PLUMPUNG

Tak ada yang tahu persis, kapan Dukuh Plumpung berdiri. Tapi, kakek dan nenek penulis merupakan warga setempat dan melahirkan ke tujuh anaknya di kampung ini. 

Tahun 1970 an, Dukuh Plumpung, Desa Bogor ini kelihatan atau kesannya tampak kumuh. Mungkin terkumuh di Kabupaten Klaten. Jarak kampung ini dari Kota Kecamatan Cawas 7 kilometer, dan dari Ibu Kota Kabupaten Klaten sekitar 23 kilometer .

Jalan kampung masih berupa jalan tanah. Sehingga jika musim penghujan, berubah menjadi berlumpur.

Apalagi tahun itu, nyaris setiap rumah di Dukuh Plumpung memiliki kerbau, yang setiap pagi sore digembalakan melewati jalan kampung. Maka, jalan tanah yang setiap saat diinjak kerbau makin berlumpur dan sulit dilewati. 

Baru di kisaran tahun 1980 an, jalan kampung ini mendapat bantuan pengerasan berupa batu dari pemerintah. Maka, jalan yang semula berlumpur, sejak tahun 1980 menjadi keras dan tidak lagi becek.

Seiring dengan perjalanan waktu, warga setempat mulai berpikir bagaimana merubah Dukuh Plumpung agar tak terkesan kumuh. Maka, warga berembug mencari penyebab kekumuhan dan mencari solusi agar kampung menjadi bersih dan rapi.

Penyebabnya ditemukan. Yakni banyaknya bambu duri yang tumbuh di sekeliling kampung.

Maka diputuskan: bambu duri yang merupakan bahan utama bangunan rumah warga setempat harus ditebang semua! Diganti tanaman buah-buahan: mangga, jambu mete dan tangkil/melinjo serta tanaman pangan lainnya.

Kampung pun menjadi tampak lebih fresh dan tidak lagi terlihat kumuh. Dengan tampilan baru tersebut warga belum puas. Warga ingin di pinggir atau sekeliling kampung ada jalan lingkar. Sehingga mobilitas warga menjadi makin lancar dan kampung tampak indah.

Maka, berkat kegigihan warga dan semangat kebersamaan, keinginan tersebut terwujud. Sekarang kita bisa mengelilingi Dukuh Plumpung ini melewati jalan utama di tengah kampung atau bisa melewati pinggiran kampung. Sambil menikmati areal persawahan. 

Pada sekitar tahun 1994 an, warga kembali bermusyawarah. Pagar rumah warga yang selama ini terbuat dari bambu dan tidak seragam, dibongkar total.

Sebagai penggantinya, setiap rumah tangga diminta membuat pagar tembok permanen yang desainnya sudah ditentukan. Maka, jadilah pagar seluruh RW 07 Dukuh Plumpung seragam rapi. 

Tapi dalam perjalanannya, ada beberapa pagar yang roboh. Kemudian oleh pemiliknya dibangun pagar lebih tinggi.

Tak hanya sampai di sini. Jalan kampung yang semula sudah diperkeras, kini dibeton kokoh. Tak ada lagi kesan bahwa jalan kampung ini pada kisaran tahun 1970 berlumpur dan tak bisa dilewati kendaraan. Kala itu, saat musim hujan, sepeda ontel pun tak bisa lewat. Sehingga untuk menuju jalan kabupaten yang jaraknya 200 meter harus dipanggul. 

Kini semua cerita tentang kekumuhan dan keterbelakangan Dukuh Plumpung tinggal kenangan. 

Penulis/Editor: M Widodo

Tags: bersihdesa bogordukuh plumpungindahkabupaten klatenkecamatan cawas
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Edukasi Sadar Lalulintas Sejak Dini, Dishub Hadirkan Badut Zeta

Next Post

Teknik Industri Unpam Edukasi Petani di Kadikaran untuk Go Online

Related Posts

Di Hadapan Bupati, Para Pejabat Pandeglang Bacakan Janji ASN Berakhlak
Berita Utama

Di Hadapan Bupati, Para Pejabat Pandeglang Bacakan Janji ASN Berakhlak

by Purnama Irawan
Senin, 8 September 2025 20:02

PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Jajaran pejabat beserta perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pandeglang membacakan janji atau ikrar menjalankan budaya kerja sebagai ASN Berakhlak. Pembacaan...

Read moreDetails

Libur Tahun Baru, Petugas Kebersihan Kabupaten Tangerang Tersebar di Tempat Keramaian

BRI Regional Office Jakarta 3 Bersihkan 8 Titik Sungai

Ikut LKBA 2022, Warga Pasir Gadung Lakukan Persiapan 3 Hari 

Launching LKBA Kabupaten Serang 2021: Targetkan Lebih Banyak Desa Wisata

Berkat LKBA, Desa Cikolelet Masuk 50 Desa Wisata Terbaik Nasional

LKBA Kabupaten Serang 2021 Dilaunching di Radar Banten Arena

Next Post
Teknik Industri Unpam Edukasi Petani di Kadikaran untuk Go Online

Teknik Industri Unpam Edukasi Petani di Kadikaran untuk Go Online

KTP Hilang Atau Rusak Diganti IKD

KTP Hilang Atau Rusak Diganti IKD

KPU Tangsel Resmi Umumkan Nomor Urut Calon Kepala Daerah

KPU Kota Serang Ungkap Penyebab Naik Turunnya Partisipasi Pemilih di Pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

Kamis, 7 Mei 2026 17:38
Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

Kamis, 7 Mei 2026 17:21
Triwulan I 2026: Investasi di Cilegon Rp 4,3 Triliun, Ketiga Terbesar di Banten

Triwulan I 2026: Investasi di Cilegon Rp 4,3 Triliun, Ketiga Terbesar di Banten

Kamis, 7 Mei 2026 17:10
PSSI Tangsel: Pembinaan Usia Dini dan Sepak Bola Putri Diperkuat

PSSI Tangsel: Pembinaan Usia Dini dan Sepak Bola Putri Diperkuat

Kamis, 7 Mei 2026 16:42
Kongres PSSI Tangsel Bahas Persiapan Porprov 2026 dan Pembinaan Pemain Muda

Kongres PSSI Tangsel Bahas Persiapan Porprov 2026 dan Pembinaan Pemain Muda

Kamis, 7 Mei 2026 16:33
20 Rekomendasi DPRD Cilegon terhadap LKPJ Wali Kota Cilegon 2025, Pansus: Jangan Sekadar Formalitas

20 Rekomendasi DPRD Cilegon terhadap LKPJ Wali Kota Cilegon 2025, Pansus: Jangan Sekadar Formalitas

Kamis, 7 Mei 2026 16:15
Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

Kamis, 7 Mei 2026 17:38
Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

Kamis, 7 Mei 2026 17:21
Triwulan I 2026: Investasi di Cilegon Rp 4,3 Triliun, Ketiga Terbesar di Banten

Triwulan I 2026: Investasi di Cilegon Rp 4,3 Triliun, Ketiga Terbesar di Banten

Kamis, 7 Mei 2026 17:10
PSSI Tangsel: Pembinaan Usia Dini dan Sepak Bola Putri Diperkuat

PSSI Tangsel: Pembinaan Usia Dini dan Sepak Bola Putri Diperkuat

Kamis, 7 Mei 2026 16:42
Kongres PSSI Tangsel Bahas Persiapan Porprov 2026 dan Pembinaan Pemain Muda

Kongres PSSI Tangsel Bahas Persiapan Porprov 2026 dan Pembinaan Pemain Muda

Kamis, 7 Mei 2026 16:33
20 Rekomendasi DPRD Cilegon terhadap LKPJ Wali Kota Cilegon 2025, Pansus: Jangan Sekadar Formalitas

20 Rekomendasi DPRD Cilegon terhadap LKPJ Wali Kota Cilegon 2025, Pansus: Jangan Sekadar Formalitas

Kamis, 7 Mei 2026 16:15

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

Proyek Koperasi Merah Putih di 142 Desa di Kabupaten Serang Terkendala Lahan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 7 Mei 2026 17:38

Sekda Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, saat memimpin rapat evaluasi pembangunan Koperasi Merah Putih.

Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

Andra Soni: HIPMI Harus Bisa Tangkap Peluang Sektor Pangan dan Investasi di Banten

by Yusuf Permana
Kamis, 7 Mei 2026 17:21

Gubernur Banten, Andra Soni, memukul gong, tanda Rakerda HIPMI Banten dimulai di Kota Serang, Kamis, 7 Mei 2026.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak