CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pengusaha truk melalui Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Banten kembali menyuarakan penolakan terhadap kenaikan tarif Tol Tangerang-Merak.
Mereka beralasan penolakan itu lantaran standar pelayanan minimal di tol tersebut masih buruk.
Untuk itu, para pengusaha meminta agar kenaikan tarif tol tidak terjadi sebelum standar pelayanan membaik.
Ketua Aptrindo Banten Syaiful Bahri kepada Radar Banten menjelaskan, indikator buruknya standar pelayanan minimal di tol pertama adalah masih banyaknya kecelakaan truk di ruas jalan tersebut.
Dalam sepekan bisa lebih dari dua truk yang alami kecelakaan di ruas yang dikelola oleh Astra Tol Tangerang-Merak tersebut.
“Kita bisa lihat setiap minggu ada saja truk yang kecelakaan,” ujar Syaiful, Minggu, 8 Januari 2023.
Kemudian, rest area di sepanjang jalur itu pun dianggap tidak aman. Banyak armada truk yang kerap alami pencurian.
“Sering kehilangan di rest area, kehilangan ban stip lah, aki lah, kadang uang, ada yang malak, jadi masih ada yang gak bagus,” tutur Syaiful.
Menurutnya, kebaikan tarif seharusnya terjadi setelah standar pelayanan sudah ditingkatkan.
Di sisi lain, lanjut Syaiful, para pengusaha menolak kenaikan tarif karena dianggap semaki membebani para pengusaha.
Saat ini, seiring dengan naiknya inflasi, sejumlah barang pun alami kenaikan seperti harga sparepart kendaraan.
Di sisi lain, sulit bagi para pengusaha untuk menaikan tarif atau biaya jasa kepada para pemilik barang.
Gak usah naik lah (tarif tol),” turut Syaiful.
Humas PT MMS Uswatun Hasanah menjelaskan, PT Marga Mandalasakti selalu berupaya untuk menyiapkan pelayanan yang prima dan terbaik bagi para pengguna jalan yang turut berkontribusi melalui tarif yang mereka keluarkan.
“Kami selalu konsisten melakukan peningkatan layanan konstruksi dari proyek pelebaran lajur ke-3 Cikande sampai Serang Timur ini yang merupakan proyek lanjutan dari Pelebaran Jembatan Ciujung”, tambah Uswatun dikutip dari siaran pers, Sabtu, 7 Januari 2023.
Penerapan Contractor Safety Management System juga dilakukan, yaitu pematuhan kebijakan sesuai penerapan K3L bagi setiap mitra kerja. Praktik kerja aman pada pekerjaan konstruksi di jalur tol Tangerang – Merak meliputi antara lain perambuan pekerjaan, operasional alat berat, dan traffic management.
Diharapkan dengan adanya pekerjaan project pelebaran ini dapat meningkatkan kapasitas jalan yang aman dan nyaman untuk berkendara bagi para Sahabat Astra Infra dimanapun berada baik pada saat arus mudik nanti maupun kedepannya. “
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











