SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir di ruas Jalan Tol Tangerang–Merak, tepatnya di KM 50 wilayah Cikande, Kabupaten Serang, masih terjadi hingga Minggu (25/1/2026).
Banjir yang telah berlangsung lebih dari dua hari tersebut belum sepenuhnya surut, meski arus lalu lintas di lokasi terpantau ramai lancar.
Anggota Satlantas Polres Serang, Yuba, mengatakan genangan masih menutup sebagian badan jalan di kedua arah, baik dari Merak menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Terpantau arus lalu lintas dari arah Merak menuju Jakarta maupun Jakarta menuju Merak masih terdapat genangan air,” kata Yuba.
Ia menjelaskan kendaraan masih dapat melintas di lokasi banjir, namun pengendara harus meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan. Menurutnya, genangan terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Banjir disebabkan curah hujan. Jalur masih bisa dilalui, tapi pengendara harus berhati-hati,” ujarnya.
Pada Sabtu malam (24/1/2026), genangan sempat mengganggu arus lalu lintas. Bahkan, sebuah mobil dilaporkan terperosok akibat derasnya arus air. Pantauan di lapangan menunjukkan arus air lebih deras terjadi di jalur Serang menuju Jakarta, sementara arah sebaliknya menuju Merak masih terpantau ramai lancar.
Salah seorang pengendara, Ayu Yuli, mengaku sengaja menghindari ruas tol yang tergenang banjir. Berdasarkan informasi dari aplikasi Google Maps, ia memilih keluar melalui Gerbang Tol Balaraja Barat karena kondisi di KM 50 dilaporkan mengalami kemacetan panjang.
“Saya baru pulang dari Jakarta dan sengaja keluar di Balaraja Barat,” ujarnya.
Meski menghindari tol, Ayu tetap menghadapi kemacetan di jalur arteri. Ia membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencapai Kota Serang. Namun demikian, ia menilai jalur tersebut masih lebih baik dibanding terjebak genangan banjir di jalan tol.
“Tadi macet juga di jalur arteri, tapi setidaknya terhindar dari macet panjang di tol,” kata warga Cipocok Jaya tersebut.
Ia menambahkan, pada pagi hari lalu lintas di KM 50 terpantau tetap ramai lancar. Kendaraan masih dapat melewati genangan meski harus berjalan pelan.
“Tadi pagi saya lewat sana, alhamdulillah ramai lancar walaupun pelan,” ujarnya.
Selain di KM 50, genangan banjir juga terjadi di KM 38 wilayah Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, meski kendaraan masih dapat melintas.
Sementara itu, Kepala Induk PJR Serang, Denny Yuda Hermawan, menjelaskan insiden mobil terperosok terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan keterangan pengemudi, kendaraan berhenti saat memasuki genangan sebelum terdorong arus air yang cukup kuat.
“Setiba di lokasi genangan air, menurut pengakuan pengemudi, kendaraannya berhenti lalu terdorong ombak besar di lajur arah Merak hingga terperosok ke median,” tuturnya.
Reporter: Fahmi/Editor: Aas Arbi











