“Upaya yang pertama kami lakukan ialah mengurangi bahkan menghilangkan jam lembur karyawan,” jelasnya.
Kemudian, cara tersebut masih belum bisa memperbaiki kondisi perekonomian perusahaan. Sehingga dilakukan upaya lanjutan dengan pengurangan waktu kerja, namun hal itu juga masih belum mampu memperbaiki keadaan.
“Akhirnya dibuatlah program penawaran pengunduran diri khusus (PDK) yang sebetulnya banyak ditunggu-tunggu karyawan, karena sangat jarang perusahaan melakukan hal ini,” katanya.
Diungkapkan Diana, dari kuota yang disediakan 1.600 karyawan, update per Kamis 12 Januari 2022 pukul 12.00 WIB sudah 1.035 orang yang mendaftar.
“Saya dapat informasi dari pihak perusahaan, 1.035 karyawan yang mendaftar ini masa kerjanya sudah di atas sepuluh tahun,” pungkasnya.
Reporter: Haidaroh
Editor: Abdul Rozak











