“Pas malam sebelum pulang dari kantor, pesan terakhirnya hanya ngomong begini, besok Elisa enggak akan ngentry (entri data adalah proses memindahkan data dari fisik menjadi data digital yang dapat diolah oleh software),” katanya.
Pesan itu disampaikan korban di waktu akhir mau pulang dari kantor. Ia dan teman lainnya tidak menyangka kalau ucapan itu menjadi ucapan terakhir yang disampaikan korban kepada rekan kerja di BPS.
Lebih lanjut, Medi mengungkapkan, kalau pesan terakhir dari korban hanya itu saja. Sedangkan kalau pesan disampaikan ke kakaknya hanya singkat saja.
“Hanya ngomong sudah capek ke kakaknya. Nah enggak tahu capek itu karena kerjaan atau karena selalu dikejar-kejar pelaku,” katanya.
Medi mengaku, ia dan juga teman kerja merasa kehilangan dengan sosok korban. Orangnya baik dan selalu ceria.
“Kami semua berduka. Semoga almarhum masuk syurga dan keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan, amiin,” katanya.
Kepala BPS Pandeglang Achmad Widijanto membenarkan, kalau korban pembunuhan pakai kloset WC merupakan mitra BPS.
“Ia, korban bekerja menjadi mitra BPS. Kami semua merasa kehilangan dan turut berduka cita,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Mastur











