” Ada beberapa faktor-faktor yang perlu dilakukan supaya pada saat terjadi bencana ini korban dapat diminimalisir. Oleh karenanya maka masyarakat perlu di edukasi, perlu dilatih, perlu diberikan disiapkan satpasnya sehingga korban seminimal mungkin dapat diberikan pelayanan,” katanya.
Dengan segala keterbatasan seperti anggaran dan juga sumber daya manusia (SDM), Pramudya tidak memungkiri jika pemenuhan SPM kebencanaan sulit dilakukan secara penuh.
Untuk itu, diri nya meminta kepada Pemprov maupun pemda untuk memenuhi SPM Kebencanaan berbasis rencana kerja tahunan.
“Kita bayangkan kalau masyarakat di wilayah rawan banjir itu ada sekian 17.000 orang tentu akan kesulitan karena beban keterbatasan anggaran, sarana prasarana, SDM dan seterusnya. Oleh karenanya maka pendekatan SPM ini berbasis rencana kerja tahunan, jadi kita harus membagi capaian SPM ini setiap tahunnya,” katanya.
Sebelum menyusun rencana SPM, Pemrov dan Pemda harus terlebih dahulu menentukan bencana prioritas. Pemda di wilayahnya melalui BPBD harus dapat memetakan berdasarkan kajian risiko bencana.











