Berbeda dengan progeria sindrom Werner. Gejala pengidap sindrom ini membutuhkan waktu lebih lama.
Saat bayi, pengidap sindrom ini seperti tidak mengalami gangguan apa pun. Mereka bisa berkembang dengan normal seperti anak pada umumnya.
Nah, ketika memasuki masa pubertas, gejala sindrom Werner akan kelihatan. Pengidapnya akan mengalami perubahan fisik yang sangat cepat.
Menurut National Institute of Health, berbagai gejala sindrom Werner yang umum terjadi adalah:
- Bertubuh pendek
- Rambut beruban dan suara serak
- Kulit menjadi tipis dan keras
- Bagian lengan dan kaki sangat kurus
- Terdapat penumpukan lemak abnormal di bagian tubuh tertentu
- Hidung menjadi runcing seperti paruh burung
Selain perubahan fisik, orang dengan sindrom Werner juga akan merasakan masalah kesehatan yang biasanya menyerang lansia, seperti katarak pada kedua mata, diabetes tipe 2 dan borok kulit, aterosklerosis, pengeroposan tulang (osteoporosis), dan pada kasus tertentu dapat menyebabkan kanker.











