Parahnya, pengidap sindrom Werner rata-rata dapat hidup hingga usia akhir 40 atau 50 tahun awal. Umumnya, kematian disebabkan oleh aterosklerosis dan kanker.
Penyebab utama dari sindrom Werner adalah kelainan genetik akibat mutasi gen WRN yang bermasalah. Gen WRN merupakan penghasil protein Werner yang bertugas untuk memelihara dan memperbaiki DNA.
Protein tersebut juga membantu proses mereplikasi DNA untuk pembelahan sel.
Pada orang dengan kelainan ini, protein Werner yang ada lebih pendek dan fungsinya abnormal, sehingga dipecah lebih cepat dibanding protein yang normal. Akibatnya, muncul masalah pertumbuhan dan penumpukan DNA yang rusak sehingga menimbulkan gejala penuaan lebih cepat dan masalah kesehatan.
Sampai saat ini, belum ditemukan pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit langka ini. Saat ini, yang bisa dilakukan oleh dokter adalah kombinasi pengobatan sesuai gejala spesifik yang dialami pengidap sindrom Werner.
Dokter akan bekerja sama dengan spesialis untuk mengobati kondisi pasien seperti, ahli ortopedi untuk mengobati gangguan kerangka, otot, sendi, dan jaringan tubuh yang bermasalah; spesialis kesehatan mata untuk mengatasi katarak; ahli endokrin untuk membantu mengurangi gejala diabetes; spesialis kesehatan jantung untuk mengobati kelainan jantung dan pembuluh darah, atau spesialis onkologi untuk mengangkat sel kanker.
Pengidap sindrom Werner juga akan direkomendasikan untuk mengikuti terapi yang bisa membantu pengidap sindrom Werner dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan penerapan gaya hidup sehat. (don)











