“Tapi harus diimbangi dengan tracking (pelacakan) sebelum korban dibunuh. Sebab ada rentetan pelaku ngejar korban bahkan menurut keterangan teman dan kakaknya pada hari itu korban terlihat gelisah,” katanya.
Selain, pelaku menemui bapak korban, pelaku juga diketahui mengawasi korban sampai tempat kerjanya di BPS Pandeglang. Saat bertemu di jalan, ternyata korban dan pelaku sempat cekcok dan dilerai warga.
“Nah tracking ini tugas penyidik. Biar berkas perkara utuh ketika dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pandeglang,” katanya.
Rasyid menegaskan, bilamana pelaku ini mengaku baru pulang nyetrum ikan semestinya turut diamankan juga setruman ikannya. Sementara ini pihak keluarga belum menerima informasinya.
“Termasuk handphone pelaku juga tidak turut disita. Yang disita hanya handphone korban yang menjadi barang bukti,” katanya.
Dikatakan Rasyid, pihak keluarga juga belum menerima hasil autopsi dokter forensik. Adapun hasil autopsi itu untuk mengetahui penyebab kematian korban.











