Akademisi Hukum Tata Negara ini mengatakan, seorang politisi memiliki hak untuk memiliki atau membuat identitasnya guna mendapatlan popularitas di masyarakat.
Namun, dalam hal ini Yhannu menyebut, politik identitas menjadi tidak sehat jika diiringi oleh ucapan Sara dan hal lain yang dapat memecah belah bangsa.
“Kampanye bawa-bawa agama, suku kan ga bagus apalagi sampai menjelek-jelekannya. Dalam bingkai negara Pancasila tidak boleh menjelekkan siapapun,” katanya.
Ia pun berharap Pemilihan Umum (Pemilu) yang sudah dekat akan berjalan dengan lancar dan sehat, sehingga dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
“Setiap politisi itu berhak mengintifikasi sebagai siapa, karena penting dalam membangun popularitas. Tapi tetap tidak menjadi identitas yang merusak pemersatuan bangsa,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











