SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Pengamat Pemerintahan Yhannu Setyawan menilai seleksi jabatan Sekda Banten jangan dijadikan momentum politik.
Menurutnya, politisasi di lingkungan kerja birokrasi justru akan membuat fragmentasi di kalangan ASN yang pada akhirnya akan berdampak pada kinerja ASN Provinsi Banten secara keseluruhan.
Ia mengatakan, orientasi seleksi sepatutnya diarahkan pada tracking kompetensi personal serta kinerja selama periode tugas dan jabatan sebelumnya, baru kemudian keterampilan dan kemampuan mengadaptasi penyelenggaraan penyusunan kebijakan pemerintah daerah, koordinasi pelaksanaan tugas satuan kerja perangkat daerah, pemantauan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah, serta pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah.
“Kesemua itu akan sulit dicapai jika seleksinya dilakukan sebatas formalitas dan prosedural seleksi,” tandas Yhannu, Rabu, 11 Juni 2025.
Kata dia, semua perhatian cuma berfokus pada kemampuan komunikasi calon Sekda. Padahal kerja Sekda yang paling penting justru keterampilan mengkonsolidasi OPD untuk memenuhi target capaian pembangunan.
Diketahui, Panitia Seleksi Sekda Banten telah memutuskan tiga nama besar kandidat Sekda Banten yang direkomendasikan ke Gubernur Banten Andra Soni untuk diusulkan ke Presiden RI melalui Mendagri.
Ketiganya yakni Sekretaris DPRD Provinsi Banten Deden Apriandhi, Kepala BKD Provinsi Banten Nana Supiana, dan Kepala BPKAD Provinsi Banten Rina Dewiyanti.
Reporter : Rostinah
Editor: Agung S Pambudi











