TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pola pembatasan kecepatan kereta commuterline dilakukan PT Kereta Api Commuter.
Hal itu akibat insiden anjloknya relasi kereta rangkaian listrik (KRL) Rangkasbitung-Tanah Abang KA Commuterline No.1991 Minggu, 19 Februari 2023 pagi.
Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, saat ini perjalanan commuterline sudah berangsur normal.
“Pada pukul 10.50 WIB KA pertama yang melalui jalur Parungpanjang – Cisauk adalah KA Commuterline No.2019 dengan kecepatan 20 km perja. jam. Pembatasan kecepatan pun terus di pantau sampai kembali normal,” ucapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 19 Februari 2023.
Ane mengatakan, insiden anjloknya KA Commuterline No.1991 terjadi di relasi Rangkasbitung-Tanah Abang tepatnya di KM 40+200 pukul 05.41 WIB.
Ane mengatakan, petugas gabungan Daop 1 Jakarta dan KAI Commuter telah berhasil melakukan evakuasi para pengguna commuterline di KA Commmuterline No. 1991 pada pukul 06.45 WIB yang dialihkan ke KA Commuterline No.1995.
“Untuk proses evakuasi sarana dimulai pukul 08.45 dengan estimasi waktu 45 menit. Pada pukul 09.24 WIB evakuasi KA Commuterline No.1991 berhasil ditangani yang kemudian dilanjutkan pengecekan prasarana pada pukul 10.00 WIB,” imbuhnya.
“KA Commuterline 1991 dibawa ke Stasiun Parung Panjang dan tiba pada pukul 10.31 WIB.
KAI Commuter memohon maaf selama proses evakuasi terdapat rekayasa pola operasi dengan potong relasi dan adanya 10 perjalanan KA Commuterline untuk meminimalkan kelambatan,” tambahnya.
Labih lanjut, pihak KAI Commuter mengimbau pengguna commuterline Untuk selalu mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan. Tidak memaksakan naik jika keadaan commuterline sudah padat.











