SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Mulai tahun ini sampai 2027 mendatang, Pemprov Banten mulai membayar cicilan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp138,49 miliar per tahun atau Rp11,5 miliar per bulan.
Pengembalian pokok pinjaman sebesar Rp830,98 miliar itu sudah masuk tahun kedua karena ada grace periode tahun dan biaya pengelolaan sudah masuk tahun keempat.
Penjabat Sekda Banten Moch Tranggono mengungkapkan, konsep hutang atau pinjaman itu diperbolehkan sesuai kebutuhan. “Misalnya belum punya rumah, kita kredit rumah,” ujar Tranggono saat ditemui di gedung Pendopo Gubernur Banten, Rabu, 22 Februari 2023 sore.
Karena ada kebutuhan, maka ia mengaku Pemprov melakukan pinjaman pemulihan ekonomi nasional kepada PT SMI. Saat ini, Pemprov tinggal menunaikan kewajiban pembayaran pinjaman kepada PT SMI.
Di dalam APBD yang ditentukan, Tranggono mengaku sudah melakukan kegiatan-kegiatan menyisihkan atau membayar dan mengembalikan pinjaman ratusan miliar Rupiah tersebut. “Bukan hanya tahun ini tapi juga tahun depan,” ujarnya.
Namun, pembayaran pinjaman itu sudah menjadi tanggung jawab Pemprov. “Bagaimana bisa mengefisiensikan kan (anggaran-red),” ungkap Tranggono.
Apalagi, lanjutnya, tahun depan, Pemprov memiliki banyak agenda, seperti pesta demokrasi Pemilu 2024 serta pembayaran cicilan PT SMI. Maka dari itu, Pemprov secara internal melakukan efisiensi.
“Perjalanan dinas, acara makan, rapat-rapat atau yang lain, operasional kita. Saya pikir ini signifikan sekali dalam rangka bagaimana menyisihkan pembayaran cicilan,” lirihnya. Apalagi untuk penyelenggaraan pesta demokrasi dibutuhkan anggaran sekira Rp700 miliar.
Meskipun begitu, Tranggono memastikan, tidak akan menurunkan anggaran tunjangan kinerja (tukin) para ASN Pemprov Banten. “InshaAllah tidak menurunkan angka tukin,” ujarnya.
Namun, ke depan Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar mempunyai konsep reward and punishment. Yakni ASN yang berkinerja baik akan mendapatkan tukin secara penuh. Sebaliknya, apabila kinerjanya tidak terpenuhi, maka tukinnya juga tak dibayar penuh.
“Mekanismenya jalan (saat ini-ref). Kita optimalkan lagi,” tegas Tranggono.
Reporter: Rostinah
Editor: Aas Arbi











