RADARBANTEN.CO.ID – Mi instan menjadi makanan favorit untuk berbagai kalangan karena proses penyajian yang tidak ribet. Termasuk untuk berbuka puasa dan sahur pada Ramadan 2023 ini.
Mi instan memang memiliki kandungan kalori dan karbohidrat sehingga menciptakan rasa yang lezat, mengenyangkan, dan sangat mudah untuk dibuat.
Mi instan salah satu makanan darurat yang dapat dikonsumsi ketika membutuhkan asupan kalori dan karbohidrat dalam waktu cepat.
Saat mencari makan untuk berbuka dan sahur tidak sedikit orang yang hanya ingin menyajikan makanan yang mudah dibuat saja salah satunya mi instan.
Terlebih bagi yang tinggal di perantauan, mereka dituntut menyiapkan makanan sendirian, sehingga makan mi instan saat buka puasa dan sahur bisa jadi solusi.
Jika mengonsumsi mi instan saat sahur tubuh akan kekurangan tenaga menjelang siang hari saat puasa karena kandungan bahan pengawet dalam mi instan sangat jelas tidak baik bagi kesehatan. Sehingga tidak boleh sering dikonsumsi saat seseorang sedang berpuasa.
Jadi apakah boleh mengonsumsi mi instan saat buka puasa dan sahur?
Dikutip dari Halodoc, mengonsumsi mi instan saat buka puasa dan sahur boleh asal tidak berlebihan dan hanya waktu mendesak saja.
Dengan syarat mi instan juga diimbangi dengan sayuran yang setara kadar gizinya, seperti bayam, sawi, kangkung, tomat, wortel, mentimun, dan sebagainya.
Tambahan sayuran akan membuat kesehatan terjaga, sebab nutrisi sayuran akan melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Selain dengan sayuran bisa ditambahkan dengan segala olahan daging ayam, daging sapi, ikan, atau telur agar kandungan lemak dan protein tubuh tercukupi.
Mi instan jika tidak dibarengi dengan yang tidak bernutrisi membuat tubuh jadi tidak bertenaga saat aktivitas puasa di siang hari.
Karena sebab tidak bertenaga tersebut, tentu membuat ibadah puasa jadi tidak optimal dan terganggu karena hilangnya rasa fokus.
Jadi tetap boleh mengonsumsi mi instan saat buka puasa dan sahur dengan catatan harus menambah sumber serat lain seperti sayuran dan daging.
Penulis : Siti Fatimah Azzahro
Editor : Aas Arbi











