CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Data ketenagakerjaan di proyek LCI timpang.
Data yang diserahkan oleh PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) dengan data yang dimiliki Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) berbeda.
Ketimpangan data ketenagakerjaan itu terungkap pada Rapat Dengar Pendapat atau RDP antara lintas komisi dengan manajemen PT LCI serta kontraktor utama proyek pabrik kimia itu dan Pemkot Cilegon.
Rapat tersebut berlangsung di kantor DPRD Kota Cilegon dari pukul 14.00 hingga 17.30 WIB.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca N Widodo menjelaskan, dari data yang diperoleh dari PT LCI jumlah tenaga kerja di proyek tersebut sebanyak 6.244 orang.
Sedangkan, data yang dimiliki Disnaker berdasarkan perusahaan yang ikut serta pada proyek itu hanya sekira 2 ribuan.
“Karena banyak perusahaan yang belum melaporkan penempatan tenaga kerja,” ujarnya, Jumat 31 Maret 2023.
Dijelaskan Panca, ada sekira 15 perusahaan yang belum memberikan laporan terkait ketenagakerjaan kepada Disnaker.
“Kami berharap LCI jangan lepas tanggungjawab begitu saja, menyerahkan sepenuhnya pada main con, tapi harus ikut memantau,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi menjelaskan, Disnaker Kota Cilegon harus berani tegas kepada perusahaan-perusahaan yang ikut andil dalam proyek pabrik tersebut.
“Main con (contractor) atau subcon dipertegas, mereka banyak yang petak umpet, tidak melaporkan ke Disnaker,” ujar Faturohmi.
Faturohmi meminta kepada Disnaker untuk melakukan evaluasi atas kegiatan di proyek tersebut termasuk terkait tenaga kerja asing.
Selain terkait ketenagakerjaan, pertemuan itu pun menurut Faturohmi menyinggung terkait keberpihakan LCI terhadap peluang kerja untuk pengusaha lokal.
Menurut Faturohmi, DPRD banyak mendapatkan keluhan terkait rendahnya peluang usaha bagi pengusaha sekitar.
“Kami menuntut tanggung jawab Lotte terhadap pengusaha lokal dan lingkungan sekitar, harus lebih peduli,” ujarnya.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











