Pembelajaran pelestarian alam, di tahun 2022 sudah mulai diterapkan di tingkat SD dan SMP. Namun memang belum mencakup semua wilayah baru difokuskan di wilayah masuk dalam kawasan Geopark Ujung Kulon.
“Disdikpora dan BPG (Badan Pengelola Geopark) Ujung Kulon merekomendasi buku karya guru SD dan SMP di Kabupaten Pandeglang yang membahas materi konservasi Badak Jawa dan Mangrove dijadikan acuan modul ajar kurikulum merdeka untuk Mulok PLH (Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup),” katanya.
Mulok PLH sudah mulai di ajarkan di Kelas IV SD ajaran 2022/2023. Sedangkan Mulok PLH SMP Kelas VII akan dilaksanakan tahun ajaran 2023/2024.
“Adapun sasaran sekolah pada wilayah pantai yang merupakan lokasi geopark. Dan tahun 2023 ini baru jadi buku dan modulnya,” katanya.
Serta akan mulai dicetak atas kerja sama dengan Yayasan Alabama Indonesia Lestari. Buku itu dicetak secara gratis dan tidak diperjual belikan.
“Nah untuk saat ini, masih pilot project. Jadi hanya beberapa kecamatan hanya wilayah geopark dari kecamatan Carita sampai Kecamatan Sumur, belum satu kabupaten,” katanya.
Jadi, skala prioritas itu sekolah-sekolah yang ada di kawasan geopark. Targetnya nanti di 2024 untuk satu kabupaten.
“Jadi kita edukasi anak-anak dari sejak dini melalui Pendidikan Lingkungan Hidup. Kalau 2024 mungkin konsepnya tidak hanya tanaman mangrove dan Badak Jawa tetapi mungkin tanaman-tanaman pegunungan, pelestarian alam Gunung Karang, Gunung Pulosari, Gunung Aseupan misalnya, nah ini mesti kita lestarikan, jadi kita memberikan pengetahuan sejak dini terkait pelestarian lingkungan,” katanya.
Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum (Adum) Pemkab Pandeglang dan juga selaku Ketua Harian BPG Ujung Kulon Ramadani mengapresiasi Disdikpora.
“Untuk keberpihakan sektor pendidikan melakukan edukasi taman bumi dilakukan oleh guru-guru kepada
siswa-siswinya. Sehingga mendapatkan pengetahuan yang utuh dalam melestarikan Badak Jawa dan tanaman Mangrove,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Abdul Rozak











