RADARBANTEN.CO.ID – Kejadian penganiayaan yang menimpa David Ozora pada 20 Februari lalu menggemparkan masyarakat Indonesia.
Kasus penganiayaan Mario Dandy kepada David Ozora mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian kepala dan berakibat cacat permanen.
Sudah lebih 40 hari David Ozora menjalani pemulihan di rumah sakit Mayapada, ia masih harus dirawat di ruang ICU. Perkembangan David Ozora kini mengalami peningkatan.
Kronologi Kejadian
Kejadian penganiayaan ini diawali saat kekasih Mario, berinisial AG memberitahunya bahwa ia mendapat perlakuan tidak baik dari David ketika masih menjadi kekasihnya dahulu. Hal itu membuat Mario berusaha menghubungi David tetapi hasilnya nihil.
Tidak habis akal, Mario meminta AG untuk menghubungi David agar ia bisa bertemu face to face dengannya. Akhirnya AG menghubungi David dengan alasan akan mengembalikan kartu pelajarnya.
Singkat cerita AG berhasil membuat Mario dan David bertemu, tetapi Mario mengajak temannya Shane untuk ikut dengannya.
Ketika pertemuan itu Mario berusaha untuk mengonfirmasi apa yang dilaporkan AG kepada Mario tentang perlakuan tidak baik David kepada AG dahulu.
Tersulut api emosi, Mario mulai melakukan penganiayaan kepada David dengan memukuli tubuhnya bertubi-tubi. Ditendang dan ditinju tak henti-hentinya sembari David sudah terkulai lemas.
Mario menendang tubuh dan wajah David juga menginjak kepala belakangnya berkali-kali. Tidak hanya itu, ia melakukan selebrasi Siu menirukan pesepak bola Ronaldo.
Parahnya, kejadian penganiayaan itu direkam oleh Shane memakai ponsel sembari memprovokasi Mario. AG dan Shane yang ikut dalam penganiayaan tersebut tidak berinisiatif menghentikan aksi Mario walaupun mereka tahu David sudah tidak bisa berkutik lagi.
Menurut pengakuan Shane, ia tidak dapat menghentikan aksi penganiayaan Mario karena merasa memiliki hutang budi kepadanya.
Perkembangan kasus dan kondisi David Ozora











