RADARBANTEN.CO.ID – Di Banten, ada tradisi qunutan. Tradisi ini dirayakan setiap tanggal 15 Ramadan.
Saat qunutan, warga Banten pada umumnya merayakannya dengan membuat kupat atau ketupat. Menu makanan ini dihidangkan di masjid atau musala.
Tradisi ini dilakukan setiap tahun pada pertengahan bulan Ramadan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, karena telah menjalani ibadah puasa hingga setengah bulan.
Tradisi yang diperkirakan ada sejak zaman Kesultanan Banten ini, antara lain, masih dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.
Biasanya, setelah memasuki pertengahan Ramadan atau pada 15 Ramadan, sebagian besar masyarakat Banten akan memperingati qunutan dengan ngupat atau membuat ketupat.
Ketupat adalah penganan dari bahan dasar beras yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda atau janur berbentuk kotak. Ada juga yang menggunakan daun palma sebagai pembungkus.
Selain ketupat, ada juga leupeut. Leupeut ini dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan kacang merah, kelapa parut, dan santan mentah. Kemudian, dibungkus dengan janur dengan bentuk memanjang, atau dibungkus dengan daun kawung.
Di pelosok kampung, warga sudah terbiasa membuat wadah ketupat atau urung ketupat. Daun kelapa mudanya diambil langsung dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di kebun.
Kalau di wilayah perkotaan, warga jarang yang membuat ketupat. Umumnya, mereka cukup membelinya di pasar-pasar tradisional, seperti di Pasar Rau dan Pasar Kalodran di Kota Serang, Pasar Ciruas di Kabupaten Serang, Pasar Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, dan lainnya.
Memasuki tanggal 15 Ramadan, ada pedagang yang menjual cangkang ketupat yang dipasok perajin dari kampung-kampung. Biasanya, cangkang ketupat dibanderol dengan harga Rp5.000 per ikat.
Setelah beras dimasukkan ke dalam cangkang ketupat dari kelapa muda, kemudian direbus.
Untuk mendapatkan cita rasa yang semakin enak dan bisa bertahan lama, merebus ketupat biasanya dilakukan di atas tungku menggunakan kayu bakar. Waktu merebus ketupat terbilang lama. Kurang lebih empat hingga hingga jam. Ketupat harus dalam keadaan terendam air secara penuh supaya matang maksimal.
Setelah matang, ketupat disajikan dengan opor ayam, sambal, sambal kentang, bumbu kacang, atau dengan soto. Dengan sajian tersebut, ketupat akan semakin enak kala disantap.












