PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Cabang Bank bjb Pandeglang melucurkan bjb Mesra di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Kredit bjb Mesra adalah fasilitas pinjaman yang diberikan Bank bjb kepada pelaku usaha mikro perorangan dengan plafon pinjaman dari Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta tanpa bunga dan tanpa agunan.
Kehadiran bjb Mesra ini dipercaya dapat menghadang warga dari jeratan rentenir yang disebut Bank Emok, yang menekankan bunga pinjaman besar kepada setiap nasabahnya.
Kepala Cabang Bank bjb Pandeglang Faridha Siregar mengatakan, Desa Bandung menjadi desa percontohan pertama yang mendapatkan fasilitas bjb Mesra.
“bjb Mesra ini pinjaman yang diberikan bjb kepada masyarakat yang berada di lingkungan sekitar masjid. Jadi memberikan rekomendasi untuk masyarakat yang memiliki usaha diberikan kredit mesra,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID setelah acara pemberian santunan dan buku Tabungan bjb kepada Lembaga Kemasyarakatan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Jumat, 14 April 2023.
“Kredit ini diberikan secara kelompok, misal lima sampai 10 orang dengan plafon Rp 500 ribu sampai Rp 5 juta per orang. Tidak dikenakan bunga dan tidak ada jaminan, nah begitu di Desa Bandung ini adalah percontohan pertama masyarakatnya mendapatkan fasilitas kredit bjb Mesra di Bank bjb,” katanya.
Menurut Faridha, produk kredit ini nanti bisa ditawarkan ke desa-desa lainnya. Sementara di Desa Bandung menjadi yang pertama karena desa ini sudah menjadi Desa Digital.
“Desa Bandung, Kecamatan Banjar, sudah menjadi Desa Digital. Warganya sudah melek teknologi,” katanya.
Faridha mengungkapkan, Desa Digital saat ini baru dua desa, yaitu Desa Kertasana dan Desa Bandung. Warga dua desa ini dalam transaksi keuangannya melalui Badan Usaha Milik Desa yang menjadi binaan Bank bjb.
“Kita memperkenalkan kepada masyarakat Desa Bandung ini untuk bisa bertransaksi dengan perbankan. Nah masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh karena sekarang sudah ada BUMDes di Desa Bandung itu merupakan BUMDes pembinaan Bank bjb,” katanya.
“Ya tujuannya itu untuk mempermudah masyarakat di desa dalam bertransaksi keuangan, apa pun itu bisa. Sama saja penggunaannya seperti di perbankan, di sini BUMDes menjadi agennya bjb bisa,” katanya.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, kehadiran Bank bjb melalui bjb Mesra tentunya sangat membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
“Adanya pemberian kredit tanpa bunga dan anggunan diharapkan dapat mencegah masyarakat dari jeratan rentenir dan Bank Emok. Karena sekarang sudah ada BUMDes dan bjb Mesra dari bjb,” katanya.
Selain itu, kehadiran Bank bjb di Desa Bandung saat ini dalam rangka memberikan buku tabungan bagi para LKD. Termasuk transaksi penyaluran honor RT, RW, kader Posyandu, Linmas, guru menngaji dilakukan secara non tunai.
“Kita sudah menggunakan buku tabungan Bank bjb, jadi transaksi diberikan honor atau insentif sudah tidak tunai lagi tetapi melalui buku tabungan rekening Bank bjb. Ini adalah antisipasi penyelewengan jadi yang pertama transparansi publik, kedua pencegahan tindak pidana korupsi, karena kita sudah memberlakukan non tunai,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengapresiasi Bank bjb telah mendukung Desa Digital dan meluncurkan kredit tanpa bunga dan anggunan melalui BUMDes Bandung.
“Jadi ke depan kita harapkan tidak ada lagi ada Bank Emok menjerat ibu-ibu. Karena sudah ada BUMDes menjadi agen Bank bjb,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











