Jadilah rabbaniyun, jangan jadi ramadhaniyun. Rabbaniyun adalah orang yang semangat beribadah pada bulan Ramadan, dan ia tetap terus semangat beribadah meskipun Ramadan telah berakhir. Sedangkan Ramadhaniyun adalah orang yg semangat beribadah pada bulan Ramadan saja, sedangkan ketika Ramadan selesai, maka ia kembali malas bahkan meninggalkan kebiasaan ibadahnya. Justru Ramadan hanya ia gunakan momentum sesaat untuk mengenal Allah dan setelah Ramadan ia berniat untuk kembali bermaksiat kepada Allah dan melupakan Allah sebagai penciptanya.
Allah yang kita sembah di bulan Ramadan juga Allah yang kita sembah di luar bulan Ramadhan. Oleh sebab itu, jangan sampai meninggalkan ibadah yang telah kita latih di bulan Ramadhan agar kita tidak menjadi manusia terburuk.
Syaikn Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa makna ungkapan ini adalah benar apabila mereka melalaikan kewajiban-kewajiban agama setelah ramadhan. Semisal Ramadan rajin salat dan memakai jilbab, namun setelah Ramadan salat bolong-bolong dan kembali melepas jilbab. Beliau menjelaskan, dikatakan kepada sebagian ulama salaf yang bernama Basyr Al-Hafi, “Ada sebagian kaum, mereka beribadah dan bersungguh-sungguh melakukan amalan ibadah di bulan Ramadan. Akan tetapi ketika Ramadan berakhir, mereka pun meninggalkan amalan ibadah tersebut.”
Semoga kita tergolong orang-orang yang tetap istikamah, konsisten dan persisten dalam menjaga nilai-nilai Ramadan yang telah kita dapatakan selama 1 bulan untuk sebelas bulan yang akan dating.
Bulan Ramadan adalah bulan tarbiyah buat kita umat Nabi Muhammad SAW, agar kebiasan baik di bulan Ramadan yang kita lakukan akan menular untuk sebelas bulan yang akan datang . Baik itu salat, tadarus Al-Qur’an, bersedekah dan lain sebagainya.
Itulah ciri ciri orang yang mendapat gelar takwa. Istikamah dalam menjalanalkan ibadah bukan musiman yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadan. (*)

Dr H. Muhammad Soleh Hapudin, M.Si adalah Ketua DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI) Provinsi Banten, Litbang Majelis Dai Kebangsaan Provinsi Banten, Dosen Universitas Esa Unggul, Litbang Ikatan Doktor Ilmu Pendidikan Republik Indonesia (IDIP RI)











