Dalam diri Sultan Syarif Hidayatullah mengalir darah Rasulallah Saw yang diturunkan dari sang ayah. Nasab yang menyambung dengan Rasulallah SAW berasal dari As-Sayyid ‘Alawi Al-Awwal Al-Mubtakir bis Abdullah/Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir Ilallah.
Sedangkan dari ibunya mengalir darah penguasa Padjajaran yakni adik dari Prabu Siliwangi.
Sama halnya dengan gelar Habib yang digunakan di Arab Saudi hingga gelar Sayyid yang digunakan di Iran, maka Banten menggunakan kata Tubagus dan Ratu sebagai penanda keturunan Rasulallah SAW.
Pemberian gelar tersebut digunakan untuk menjaga keturunan Rasulallah SAW. Selain itu diharapkan bisa terus meneladani Rasulallah SAW dan menjadi tokoh yang memberikan contoh yang baik di tengah masyarakat.
Hingga saat ini penggunaan nama Tubagus dan Ratu masih digunakan oleh masyarakat Banten. Selain menandakan jika seseorang memiliki hubungan darah dengan kesultanan Banten, beberapa tokoh juga meyebutkan jika penamaan Tubagus dan Ratu bisa digunakan tanpa adanya hubungan darah dengan kesultanan Banten.
Seperti yang diungkapkan oleh sejarawan Banten Prof Mufti Ali, ia menyebutkan jika gelar Tubagus dan Ratu bisa diberikan atau dipergunakan oleh orang-orang yang berjasa dan memiliki peran penting di Banten.
“Gelar Ratubagus atau Tubagus Ratu itu bisa digunakan oleh tokoh yang berjasa. Gelar itu juga bisa diberikan sebagai hadiah,” ungkapnya saat diwawancarai radarbanten.co.id pada 28 April 2023.
“Sama halnya dengan gelar Tan Sri atau Datuk di Malaysia,” lanjutnya.
Kendati demikian, Prof Mufti Ali mengaku jika dirinya belum melakukan riset mengenai penyematan gelar ratubagus.
Jadi, jika ingin memastikan bahwa seseorang yang menyematkan Tubagus atau Ratu pada Namanya ialah keturunan kesultanan Banten, maka kamu harus menelusuri silsilahnya hingga ada keterikatan dengan Sultan Maulana Hasanudin.
Itulah sejarah Panjang dari penyematan nama Tubagus dan Ratu pada masyarakat di Banten.
Editor Haidaroh











