KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk memperkuat infrastruktur sistem pembayaran sekaligus mendukung percepatan transformasi digital perseroan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Menara BTN, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan mengembangkan berbagai layanan, antara lain pengelolaan switching QRIS, integrasi layanan biller, penguatan platform transaksi Agen Laku Pandai BTN, pengembangan layanan QR cross-border melalui skema Bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), layanan cardless cash withdrawal, hingga eksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pengelolaan data.
SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari upaya BTN mempercepat transformasi menjadi bank modern di bawah ekosistem Danantara Indonesia, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas layanan keuangan digital.
Menurutnya, transformasi yang dijalankan BTN sejalan dengan perubahan model bisnis perusahaan. BTN tidak lagi hanya dikenal sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, tetapi juga mengembangkan ekosistem hunian yang lebih komprehensif.
“Ke depan, nasabah tidak hanya memperoleh fasilitas KPR, tetapi juga berbagai layanan pendukung seperti asuransi, transaksi perbankan, serta berbagai solusi keuangan yang terintegrasi dalam satu ekosistem,” ujar Thomas melalui keterangan yang diterima, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, strategi tersebut didukung oleh hubungan jangka panjang BTN dengan nasabah KPR yang memiliki tingkat loyalitas tinggi. Hal itu menjadi fondasi bagi perseroan untuk menghadirkan berbagai layanan tambahan yang mampu meningkatkan keterikatan dengan nasabah.
Transformasi digital BTN juga tercermin dari pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat. Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN mencapai 118,09 juta transaksi atau tumbuh 163 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara itu, nilai transaksinya meningkat 170 persen menjadi Rp9,52 triliun. Di sisi lain, jaringan Agen Laku Pandai BTN bertambah 24 persen menjadi 6.843 agen dengan kontribusi nilai transaksi finansial mencapai Rp176 miliar.
“Kami membutuhkan infrastruktur sistem pembayaran yang andal, tangguh, aman, dan memiliki kapasitas tinggi agar mampu mengimbangi pertumbuhan transaksi digital yang sangat pesat,” katanya.
Thomas menambahkan, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapabilitas infrastruktur pembayaran BTN, tetapi juga membuka peluang lahirnya layanan baru yang lebih inovatif serta memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan.
“Melalui kolaborasi ini, BTN dan Artajasa diharapkan dapat bersama-sama menghadirkan layanan pembayaran yang semakin andal, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur Utama Artajasa, Haryati Lawidjaja, menegaskan Artajasa berkomitmen menghadirkan layanan transaksi keuangan digital yang cepat, efisien, resilien, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung transformasi digital BTN.
“Transformasi digital membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat, andal, dan tepercaya. Melalui kolaborasi ini, Artajasa berkomitmen mendukung BTN dalam memperkuat kapabilitas sistem pembayaran agar mampu menjawab pertumbuhan transaksi digital dan kebutuhan layanan keuangan yang terus berkembang,” ujar Haryati, Jumat, 10 Juli 2026.*
Editor : Krisna Widi Aria










