SERANG-Walikota Serang Syafrudin dan Wakilnya Subadri Ushuludin mengapresiasi kegiatan buruh Kota Serang dalam memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional dengan senam bersama hingga donor darah.
Persatuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengadakan beberapa kegiatan bersama Pemkot Serang di Alun alun Barat, Kota Serang pada Senin, 1 Mei 2023.
Walikota Serang, Syafrudin sangat mengapresiasi dengan kegiatan yang diadakan oleh buruh di Kota Serang ini. Dia mengatakan pada peringatan Hari Buruh Internasional ini tetap menjaga komitmen dan hubungan dunia pekerjaan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
“Peringatan Hari Buruh Internasional ini diharapkan bisa kembali menghidupkan nilai-nilai hubungan industrial yang harmonis,” kata Syafrudin.
Syafrudin juga menjelaskan bahwa selama kurun waktu lima tahun, hubungan antara Pemkot Serang dengan buruh selalu berjalan beriringan. Karena semua keinginan buruh bisa diakomodir dengan baik.
“Alhamdulillah Kota Serang selama lima tahun ini antara buruh dan pemerintah, sekaligus masyarakat tidak ada yang diperdebatkan semuanya berjalan lancar. Semua keinginan buruh terakomodir oleh Pemerintah Kota Serang,” ujar Syafrudin.
Hal senada disampaikan Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin. “Pertama saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Serang sama seperti tadi kata Pak Wali sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan May Day yang diadakan oleh KSPSI,” ucap Subadri.
Menurut Subadri, kegiatan tersebut penting dilaksanakan untuk merawat hubungan antara buruh dan Pemkot Serang agar berjalan dengan baik.
“Kegiatan ini penting dalam raga sinergi antara buruh dan Pemerintah Kota Serang. Ini langkah yang tepat saya rasa agar satu sama lain membangun satu silaturahmi,” tutur Subadri.
Subadri berharap dengan adanya kegiatan ini Kota Serang bisa menjadi percontohan bagi kota atau kabupaten lainnya sebagai wujud mendengarkan keluhan-keluhan buruh.
“Mudah-mudahan Kota Serang menjadi percontohan dengan duduk bareng di sini apa keluhan-keluhan buruh, dan apa saja yang harus kita realisasikan untuk kesejahteraan buruh dengan cara ini lebih efektif,” kata Subadri.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Moch Poppy Nopriadi mengatakan pada Hari Buruh Internasional ini tuntutan para buruh sama seperti sebelumnya, yaitu agar diberikan hak-haknya.
“Tuntutan mereka itu isunya pencabutan UU Cipta Kerja, penghapusan outsourcing, pemberian upah kerja sesuai dengan kebutuhan hidup yang layak,” tandas Poppy. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











