PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bantuan berupa 10 butir telur dan satu kilogram ayam untuk Keluarga Rawan Stunting (KRS) yang berasal dari Badan Pangan Nasional dinilai merugikan masyarakat di pelosok desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Penyaluran bantuan KRS oleh Badan Pangan Nasional melalui PT Pos itu ditengarai hanya sampai di kantor Kecamatan Cikeusik tidak sampai ke rumah KRS atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan diterima berupa 10 butir telur dan satu kilogram daging ayam kalau dikalkulasikan nilainya kurang lebih sekira Rp50 ribu per KRS. Sementara biaya ongkos ojeknya dari pelosok desa sampai ke kecamatan bisa sama Rp50 ribu bahkan bisa lebih.
Adapun bantuan telur dan daging ayam ini merupakan program pemerintah dalam rangka penanganan stunting melalui Badan Pangan Nasional.
Camat Cikeusik Wahyu Awaludin mengatakan jumlah warga penerima bantuan sebanyak 840 KPM atau KRS.
“Selaku Camat Cikeusik, saya menginginkan penyaluran bantuan KRS dari Badan Pangan Nasional tidak lagi dipusatkan di kecamatan. Tapi langsung ke desanya masing-masing,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 20 Mei 2023.
Pada saat ini, bantuan KRS dari Badan Pangan Nasional didistribusikan lewat PT Pos. Namun tidak sampai ke rumah masing-masing KPM akan tetapi sampai di Kantor Kecamatan untuk penyaluran bantuan tahap pertama.
“Untuk tahap dua dan tiga, kalau bisa langsung penyalurannya di desa masing masing. Mohon maaf kasihan yang jauh seperti dari Desa Tanjungan kalau di kalkulasikan antara bantuan sama ongkos transportasi hampir sama,” katanya.
Wahyu berharap, bantuan diterima dapat bermanfaat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Cikeusik khususnya dan umumnya Kabupaten Pandeglang.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk pengentasan stunting di Kecamatan Cikeusik,” katanya.
Sementara itu dikutip dari Website, @badanpangan.go.id, bahwa bantuan pangan berupa 10 butir telur dan satu kilogram daging ayam berasal dari Badan Pangan Nasional yang ditujukan bagi masyarakat beresiko stunting.
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, penyaluran bantuan telur dan daging ayam sudah mulai didistribusikan ke kelompok sasaran yaitu keluarga beresiko stunting secara by name by address.
“Bantuan telur dan daging ayam ini akan disalurkan selama tiga bulan. Mulai April, Mei, dan Juni 2023, dengan sasaran penerima sebanyak 1,4 juta Keluarga Berisiko Stunting (KRS) berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN),” katanya
Bantuan yang disalurkan terdiri dari daging ayam ukuran 1 ekor karkas atau sekitar 0,9-1,1 kg dan 1 tray telur ayam atau sebanyak 10 butir. Dalam rangka menurunkan kerawanan pangan dan gizi akibat kurangnya asupan protein bagi masyarakat khususnya masyarakat berpendapatan rendah.
“kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi yang baik antar pihak, penyediaan produk telur dan daging ayam kita optimalkan BUMN Holding Pangan ID FOOD. Sedangkan untuk pendiatribusiannya melalui PT Pos Indonesia,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











