SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus penyerangan yang dilakukan oleh berandalan jalanan di depan minimarket di Jalan Syekh Nawawi Albantani, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, pada Rabu malam, 7 Juni 2023, terungkap.
Kasus penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut merupakan tawuran antarpelajar.
Apes bagi empat orang pelajar. Mereka terpisah dari kelompoknya dan menjadi sasaran kelompok lawan.
Kapolresta Serang Kota Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sofwan Hermanto mengungkapkan, tawuran yang terjadi sekira pukul 18.42 WIB itu melibatkan tiga sekolah menengah di Kota Serang dan Kabupaten Lebak.
Informasi yang diperoleh RADARBANTEN.CO.ID, para pelajar yang terlibat tawuran tersebut berasal dari SMK Negeri 4 Kota Serang, SMKN 2 Kota Serang, dan STM Setia Budhi Rangkasbitung.
“(Yang melakukan tawuran) pelajar kelas satu dan dua, selain itu ada juga pelajar yang DO (Drop Out),” ungkap Sofwan saat konferensi pers di Mapolresta Serang Kota, Kamis, 8 Juni 2023.
Sofwan mengatakan, akibat tawuran tersebut, empat pelajar menjadi korban pembacokan.
Oleh aparat kepolisian, keempat korban dibawa ke RSUD Banten untuk mendapatkan pertolongan.
“Ada empat orang yang mengalami luka-luka,” ujar Sofwan.
Informasi yang diperoleh, keempat remaja yang mengalami luka tersebut adalah MRF (16), warga Warunggunung, Kabupaten Lebak; NIH (16), warga Pamarayan, Kabupaten Serang; DN (16), warga Pamarayan, Kabupaten Serang; dan RS (16), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Keempatnya merupakan pelajar dan mantan pelajar dari SMK Setia Budhi Rangkasbitung.
Keempatnya mengalami luka bacokan pada bagian punggung, jari tangan, dan lengan.
“Keempatnya diobatin dan sudah dibawa ke rumah sakit,” tutur Sofwan. (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agus Priwandono











