“Mereka janjian untuk tawuran di lokasi (Jalan Syekh Nawawi Albantani),” ujar Sofwan.
Para pelajar yang berasal dari SMK Negeri 4 Kota Serang, SMKN 2 Kota Serang, dan STM Setia Budhi Rangkasbitung tersebut kemudian bentrok sekira pukul 18.42 WIB.
Dalam bentrokan tersebut, mereka mempersenjatai diri dengan menggunakan berbagai senjata tajam dan stik golf.
“(Yang melakukan tawuran) pelajar kelas satu dan dua, selain itu ada juga pelajar yang DO (Drop Out),” ujar alumnus Akpol 1999 tersebut.
Akibat tawuran tersebut, empat orang menjadi korban luka akibat sabetan senjata tajam.
Keempatnya adalah MRF (16), warga Warunggunung, Kabupaten Lebak; NIH (16), warga Pamarayan, Kabupaten Serang; DN (16), warga Pamarayan, Kabupaten Serang; dan RS (16), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Keempatnya merupakan pelajar dan mantan pelajar dari SMK Setia Budhi Rangkasbitung.
Keempatnya mengalami luka bacokan pada bagian punggung, jari tangan dan lengan.
“Keempatnya diobatin dan sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Sofwan.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, Sofwan meminta kepada pihak sekolah dan orang tua untuk terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas anak remaja mereka.
Perwira menengah Polri tersebut juga berharap agar para remaja menghindari tawuran supaya terhindar dari persoalan hukum yang dapat merugikan masa depannya.
“Mohon kerja sama orang tua remaja untuk mendidik putranya,” tutur mantan Dirbinmas Polda Banten tersebut. (*)
Reporter: Fahmi
Editor: Agus Priwandono











