RADARBANTEN.CO.ID – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengakibatkan puluhan rumah rusak.
Gempa bumi Magnitudo 6 berdasarkan informasi dari BMKG berpusat di laut dan titik koordinat 86 kilometer Barat Daya Kabupaten Bantul dengan kedalaman 25 kilometer.
Gempa bumi tersebut dirasakan di daerah Kulonprogo, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo dengan skala intensitas IV MMI. Kemudian dirasakan juga di Kediri dan Mojokerto dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
Gempa bumi di DIY telah mengakibatkan puluhan rumah rusak.
Informasi dari BPBD DIY yang dikutip RADARBANTEN.CO.ID, gempa bumi di Bantul mengakibatkan 19 rumah warga di Kabupaten Gunung Kidul rusak.
Kemudian lima fasilitas pemerintahan, satu tempat ibadah dan satu tempat usaha, satu fasilitas pendidikan, dan satu kandang ternak rusak. Sedangkan di Kabupaten Bantul dari laporan sementara sebanyak tiga rumah dan satu fasilitas pendidikan rusak.
Adapun dampak gempa bumi di Kulon Progo, mengakibatkan satu bangunan pelayanan kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa tektonik.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo Magnitudo 6 Episenter. Gempa bumi terletak pada koordinat 8,63° LS ; 110,08° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 kilometer arah Selatan Kota Wates, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 67 kilometer,” katanya.
Jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.
“Gempa bumi ini dirasakan di daerah Kulonprogo, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo dengan skala intensitas IV MMI. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah,” katanya.
Kemudian dirasakan juga di Kediri dan Mojokerto dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
“Terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini, tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Lebih lanjut, Daryono mengungkapkan, hingga pukul 20.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya lima gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar Magnitudo 4,5. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Mastur











