KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali menggaungkan konsep “kota cerdas, religius, dan modern” dalam Forum Smart City Nasional 2025 yang digelar 26–27 Agustus di Yogyakarta. Kehadiran Tangsel di forum ini dinilai sebagai komitmen memperkuat tata kelola digital menuju Indonesia Emas 2045.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menyampaikan bahwa pengembangan smart city bukan sekadar soal teknologi, melainkan harus berdampak langsung bagi warga.
“Kota cerdas bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan motto Kota Tangsel sebagai kota yang cerdas, religius, dan modern,” ujar Benyamin, Kamis 28 Agustus 2025.
Namun, di tengah semangat digitalisasi dan penguatan sistem kota cerdas, masih banyak pekerjaan rumah di lapangan, mulai dari sistem pelayanan publik yang belum sepenuhnya terintegrasi, pengelolaan data yang belum optimal, hingga akses warga terhadap teknologi yang belum merata.
Dalam forum nasional yang dihadiri berbagai kepala daerah, akademisi, dan pelaku industri ini, Tangsel turut menekankan pentingnya kedaulatan dan ketahanan digital.
“Tujuannya jelas, kita ingin meningkatkan kualitas hidup warga Tangsel sekaligus berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tambah Benyamin.
Smart City diklaim menjadi arah pembangunan berkelanjutan berbasis inovasi dan kolaborasi. Namun, konsep “cerdas dan religius” yang dibawa Tangsel perlu diikuti langkah konkret di daerah, termasuk evaluasi terhadap efektivitas aplikasi layanan publik, transparansi anggaran digitalisasi, serta pelibatan generasi muda yang disebut-sebut jadi kunci inovasi.
Editor : Merwanda











