SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minimnya pos pelayanan terpadu (posyandu) di sejumlah lingkungan, khususnya di tingkat RW menjadi salah satu faktor penurunan angka stunting di Kota Serang cukup sulit.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin. Menurutnya, Pemkot Serang memiliki target penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024.
Ia juga meminta agar masyarakat, instansi vertikal dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk program pengentasan stunting.
“Posyandu itu penting, apalagi masih banyak di lingkungan masyarakat tidak memiliki posyandu karena keterbatasan lahan, padahal kami sudah siapkan pembangunannya. Tapi secara mekanisme dan aturan tanahnya harus dihibahkan kepada kami, sehingga dibutuhkan partisipasi masyarakat,” kata Nanang, Jumat, 7 Juli 2023.
Nanang menuturkan, Pemkot Serang juga melibatkan sejumlah stakeholder, baik dari pemerintah provinsi, kementerian, hingga instansi vertikal lainnya untuk penanganan stunting di Kota Serang. Hal itu, kata Nanang, sesuai dengan amanat dan perintah dari Presiden RI Joko Widodo
“Tapi diharapkan akhir tahun 2024 bisa menjadi 14 persen, makanya kami urai kembali permasalahan yang ada,” tuturnya.
Diketahui, pada tahun 2019 angka stunting di Kota Serang sebesar 38,6 persen, kemudian di tahun 2021 turun menjadi 23,4 persen, sementara di tahun 2022 naik 0,4 persen menjadi 23,8 persen.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











