SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong wilayah Banten bagian selatan meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang untuk mengembangkan kawasan pertanian atau agro.
Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, wilayah Banten Selatan memiliki potensi yang tidak kalah besar dengan kawasan Banten bagian Utara. Potensi itu yakni berbasis Agro seperti kawasan perkebunan dan pariwisata.
“Wilayah utara itu fokusnya pada sektor industri dan jasa, sedangkan selatan itu potensinya ada pada sektor agro dan pariwisata. Wilayah selatan bisa menjadi kawasan agro dengan memanfaatkan bonus geografi yang terdiri dari perbukitan dan laut, ” kata Al Muktabar, Minggu 16 Juli 2023.
Al mengungkapkan, Pemprov Banten saat ini tengah berencana melakukan pembangunan yang komprehensif untuk kawasan utara dan selatan. Rencana ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi investasi di kedua kawasan dengan pendekatan yang berbeda.
Katanya, pengembangan potensi di daerah Utara sudah dilakukan secara terstruktur.
Kini, Pemprov tengah merancang langkah strategis, dalam pengembangan kawasan agro di Banten Selatan. Dengan begitu, Provinsi Banten akan memiliki kawasan yang komplit dan saling mendukung untuk pertumbuhan ekonomi.
“Kalau di utara karena sudah tersusun dari awal tata laksana dari kegiatan investasinya di sektor industri industri dalam artian umumnya termasuk industri jasa nah kawasan Selatan Kita ingin dorong dengan kawasan-kawasan baru yang berbasis Agro,” katanya.
Al mengatakan, suatu keseimbangan perlu dijaga dengan baik agar tidak adanya kesenjangan antara pembangunan di wilayah Banten Utara dengan Banten Selatan. Menurutnta, perkembangan industri Agro di Banten Selatan saat ini telah menjadikan Banten sebagai daerah dengan kekuatan pangan yang kuat ditingkat nasional.
Pihaknya pun ingin mengatur pembangunan secara holistik, di mana kawasan utara dan selatan saling mengisi tanpa saling mengalahkan atau mengabaikan satu sama lain.
“Banten saat ini punya kekuatan pangan, yang mana kita sudah menjadi penyumbang untuk pangan beras Nasional Nomor 8. Hal itu tentunya akan menjadi potensi bagi kita, sehingga kedepan kita perlu untuk menyeimbangkan potensi antar kawasan semua kita ingin susun secara saling mengisi jadi tidak saling mengalahkan dan tidak saling mentiadakan juga,” tuturnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor:Aditya











