SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Disparitas pembangunan antara wilayah Banten Selatan dengan Banten Utara saat ini masih menjadi isu yang diperhatikan oleh berbagai pihak, khususnya para akademisi dan aktivis.
Akademisi sekaligus pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Serang (Unsera), Ahmad Sururi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk tidak cuma omong dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Provinsi Banten.
Sebab, usai berpisah dengan Provinsi Jawa Barat 22 tahun silam, di Banten masih terdapat disparitas atau ketimpangan pembangunan.
Menanggapi hal itu, Plh Sekda Banten, Virgojanti, tidak menampik jika masih ada disparistas pembangunan antara kedua wilayah itu.
Namun, katanya, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi persoalan disparitas pembangunan itu.
“Kalau kita perhatikan pertumbuhan Utara dan Selatan kan memang sangat signifikan ya, kalau Utara itu lebih pesat dibandingkan Selatan. Nah, dalam rangka mengurangi disparitas antar wilayah itu tentunya sudah berbagai program kita gulirkan di sana seperti ada program stategi nasional yaitu dengan dibangunnya jalan tol ke wilayah Selatan,” kata Virgojanti saat diwawancarai pada Senin, 17 Juli 2023.
Virgojanti mengatakan, keberadaan Tol Serang-Panimbang itu telah memicu Banten Selatan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sebab, di wilayah Kabupaten Lebak nantinya akan ada kawasan industri baru.
“Dengan adanya kawasan industri baru ini nanti ke depan disesuaikan dengan kondisi dan potensi serta fungsi wilayahnya masing-masing. Contoh misalkan di Selatan Pandeglang ini kan wilayah konservasi, tapi di dalam tata ruang kita juga sebagai kawasan industri, artinya apa, kawasan industri di sana adalah kawasan industri yang berwawasan lingkungan,” katanya.
Dalam pengembangan potensi daerah, Virgojanti mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan yang mengedepankan fungsi lahan sebagai wilayah konservasi.
Menurutnya, capaian investasi baik di Kabupaten Lebak maupun di Pandeglang saat ini tengah tumbuh pada tren positif.
Bahkan, mengalahkan Kota Serang yang saat ini merupakan pusat Ibukota Provinsi Banten.











