Diketahui, pada triwulan pertama tahun 2023, Banten memperoleh realisasi investasi sebesar Rp 25,7 triliun, jumlah itu naik 49,85 persen secara tahunan dibandingkan realisasi triwulan pertama tahun 2022, yang hanya mencapai Rp 17,15 triliun.
Adapun nilai Rp 25,7 triliun itu disumbang paling banyak oleh Kota Tangerang yang mencapai Rp 6,95 triliun, disusul oleh Kabupaten Tangerang sebesar Rp 6,86 triliun, Kota Cilegon sebesar Rp 6,52 triliun, Kota Tangerang Selatan sebesar Rp 2,23 triliun, Kabupaten Serang sebesar Rp 1,87 triliun, Kabupaten Lebak sebesar Rp 1,05 triliun, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 182 miliar, dan Kota Serang sebesar Rp 20,78 miliar.
“Kondisi pertumbuhan investasi di sana juga cukup baik, saya lihat ya di Lebak dibandingkan dengan Kota Serang itu cukup baik. Di Pandeglang juga pertumbuhannya cukup bagus,” ungkapnya.
Selain ada Tol Serang-Panimbang, proyek pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak juga menjadi bentuk perhatian dari Pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi baru di Banten Selatan.
“Bendungan Karian yang akan diresmikan nanti oleh pak Presiden, sekitar bulan Desember itu manfaatnya untuk penyedia sumber air baku bagi industri maupun untuk sumber air bersih yang dialirkan ke Tangerang, DKI, kemudian juga ke wilayah Kabupaten Serang dan Cilegon. Tentunya tersedia sumber air baku juga untuk memacu salah satu potensi industri yang ada di sana,” ucapnya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, wilayah Banten Selatan memiliki potensi yang tidak kalah besar dengan kawasan Banten bagian Utara.
Potensi itu berbasis agro, seperti kawasan perkebunan dan pariwisata.
Kini, Pemprov Banten tengah merancang langkah strategis dalam pengembangan kawasan agro di Banten Selatan.
Dengan begitu, Provinsi Banten akan memiliki kawasan yang komplit dan saling mendukung untuk pertumbuhan ekonomi.
“Kalau di Utara karena sudah tersusun dari awal tata laksana dari kegiatan investasinya di sektor industri dalam artian umumnya termasuk industri jasa, nah kawasan Selatan kita ingin dorong dengan kawasan-kawasan baru yang berbasis agro,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











